Kamis, 10 Januari 2013

Filosofi kopi by dee :)

“Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan digiring.(Spasi)” 
― DeeFilosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade

“Walau tak ada yang sempurna, hidup ini indah begini adanya. Filosofi Kopi” 
― DeeFilosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade

“Bila engkau ingin satu, maka jangan ambil dua. Karena satu menggenapkan, tapi dua melenyapkan. Mencari Herman” 
― DeeFilosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade

“Hidup akan mengikis apa saja yang memilih diam, memaksa kita untuk mengikuti arus agungnya yang jujur tetapi penuh rahasia. Kamu, tidak terkecuali.” 
― DeeFilosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade

“Ada dunia di sekelilingmu. Ada aku di sampingmu. Namun, kamu mendamba rasa sendiri itu.” 
― DeeFilosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade

“Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?” 
― DeeFilosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade

“Aku sudah diperalat oleh seseorang yang merasa punya segala-galanya, menjebakku dalam tantangan bodoh yang cuma jadi pemuas egonya saja, dan aku sendiri terperangkap dalam kesempurnaan palsu, artifisial! serunya gemas, "Aku malu kepada diriku sendiri, kepada semua orang yang sudah kujejali dengan kegomalan Ben's Perfecto."

Gombal? Aku positif tidak mengerti.

"Dan kamu tahu apa kehebatan kopi tiwus itu?" katanya dengan tatapan kosong, "Pak Seno bilang, kopi itu mampu menghasilkan reaksi macam-macam. Dan dia benar. Kopi tiwus telah membuatku sadar, bahwa aku ini barista terburuk. Bukan cuma sok tahu, mencoba membuat filosofi dari kopi lalu memperdagangkannya, tapi yang paling parah, aku sudah merasa membuat kopi paling sempurna di dunia. Bodoh! Bodoooh!" Filosofi Kopi” 
― DeeFilosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade

“Cuaca demi cuaca melalui kami, dan kebenaran akan semakin dipojokkan. Sampai akhirnya nanti, badai meletus dan menyisakan kejujuran yang bersinar. Entah menghangatkan, atau menghanguskan.” 
― DeeFilosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade

“Akan tetapi, yang benar-benar membuat tempat ini istimewa adalah pengalamanngopi-ngopi yang diciptakan Ben. Dia tidak sekadar meramu, mengecap rasa, tapi juga merenungkan kopi yang dia buat. Ben menarik arti, membuat analogi, hingga terciptalah satu filosofi untuk setiap jenis ramuan kopi. Filosofi Kopi” 
― DeeFilosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade

“Banyak sekali orang yang doyan kopi tiwus ini. Bapak sendiri ndak ngerti kenapa. Ada yang bilang bikin seger, bikin tentrem, bikin sabar, bikin tenang, bikin kangen... hahaha! Macem-macem! Padahal kata Bapak sih biasa-biasa saja rasanya, Mas. Barangkali, memang kopinya yang ajaib. Bapak ndak pernahngutak-ngutik, tapi berbuah terus. Dari kali pertama tinggal di sini, kopi itu sudah ada. Kalau 'tiwus' itu asalnya dari almarhumah anak gadis Bapak. waktu kecil dulu, tiap dia lihat bunga kopi di sini, dia suka ngomong 'tiwus-tiwus' gitu," dengan asyik Pak Seno mendongeng. Filosofi Kopi” 
― DeeFilosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade

“terkadang keadaan membuat cinta terasa amat menyakitkan, akan tetapi kesejatian cinta tidak akan pernah berakhir manakala pengorbanan cinta itulah yang menjadi pemeran utamanya. cinta tidak akan pernah salah. cinta tidak mengenal batas. untuk cinta yang bertepuk sebelah tangan sekalipun.” 
― DeeFilosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade

“Jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan kasih sayang.” 
― DeeFilosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade

Tidak ada komentar:

Posting Komentar