Kamis, 27 Desember 2012

FF wedding dress


“saengil chukkae hamnida” kata seorang pria sambil membawa kue dengan 27 lilin di atasnya.
                Ya, hari ini adalah ulang tahunku yg menginjak usia 27 tahun. Dan pria yg membawakan kue untukku adalah namja chinguku yg berusia 2 tahun lebih tua dariku. Dia bernama lee taemin, pebisnis muda yg mempunyai kolega banyak dari dalam maupun luar korea.
                Aku adalah seorang designer dan juga dosen di sebuah sekolah mode nomor 1 di korea selatan. Umurku yg bisa di bilang cukup matang tak pernah aku hiraukan, aku masih mengejar cita-citaku sebagai master di bidang design. Tanganku yg handal ini telah menghasilkan puluhan baju pengantin, namun sayang aku belum pernah mempunyai baju pengantin untukku sendiri.
                Hubunganku dengan taemin pun sudah menginjak tahun ke 4, cukup lama... namun aku masih belum terpikirkan untuk menikah dengannya saat ini. Walaupun dia berulang kali memintaku untuk menikah dengannya, aku selalu menolaknya dengan alasan belum siap untuk menikah.
“coba tutup matamu...” kata taemin saat akan memberikan kado padaku,
“ah chagiya, kenapa pakai menutup mata? Aku jadi penasaran” kataku.
“sudah, tutup mata... 1,2,3 buka matamu” katanya
                Perlahan aku membuka mata, ku lihat sebuah cincin bertahtakan berlian ada di depan mataku sekarang...
“cincin ini maksudnya apa?” tanyaku
“aku ingin melamarmu, chagiya !! tak bisa aku tahan lagi, aku ingin memilikimu seutuhnya” katanya
“tapi aku...” belum selesai kataku, taemin sudah memotong perkataanku
“belum siap? Masih mengejar karir? Atau sudah tak cinta lagi?” tanyanya beruntun
“ah chagiya kenapa bilang seperti itu? Aku tak begitu kok” kataku
“lalu kau mau tunggu apa lagi? Mau menunggumu sampai tua?” tanyanya lagi
“ah tidak, tapi aku memang masih ingin berkarir chagiya” jawabku
“setelah menikah denganku, aku akan membuatkanmu sebuah butik milikmu sendiri !! aku masih mengizinkan kau untuk berkarir chagiya” katanya
                Aku tak membalas, hanya mengangguk...
“hanya mengangguk?? Maksudnya apa??” tanya taemin
“beri aku waktu dulu untuk berfikir, oppa” kataku lalu meninggalkan taemin.
                Hari demi hari pun berlalu hingga tiba seminggu ,, hari ini waktunya aku untuk menjawab lamaran taemin...
“aku siap... untuk menjawabnya” kataku saat bertemu taemin di cafe
“aku juga siap, untuk mendengarnya” katanya
“aku tidak bisa taemin, ini belum waktunya... aku minta maaf” kataku
“aku sudah menduganya..” katanya
“maaf, kau boleh cari cari yeoja lain jika kau mau.. mungkin memang bukan aku pengantinmu.. “ kataku sambil memberikan cincin berlian itu lalu pergi meninggalkan taemin di cafe.
                Bulan demi bulan berganti tahun, sudah setahun lebih semenjak kejadian aku menolak lamaran taemin. Semenjak itu pula karirku juga semakin bagus, aku kini telah memiliki butik baju pengantin di pusat kota seoul.
                Hari itu, di pertengahan musim panas.. seorang wanita muda dan cantik bernama chae yeon memasuki butikku dan berniat memesan baju pengantin untuknya dan calon suaminya.
“aku ingin baju pengantinku serba putih, jangan terlalu terbuka, jangan banyak manik dan motif !!” katanya
“itu bisa diatur, kira-kira 1 bulan aku bisa mengerjakannya” kataku
“it’s okay, aku akan menikah di musim dingin.. kira-kira kapan aku bisa diukur? Aku akan memberitahu calon suamiku” katanya
“besok siang datanglah lagi, aku akan menghubungi rekanku yg biasa mengukur badan calon pengantin” jawabku
“oke, besok aku akan kemari lagi dengan calon suamiku” katanya lalu meninggalkan ruangan kerjaku
                Keesokan harinya...
“annyeongha...” sebelum aku selesai menyelesaikan kalimatku, aku terkejut melihat chae yeon masuk bersama seseorang.
“miss yoon ra, perkenalkan ini calon suamiku lee taemin” kata chae yeon
“oh iya..” kataku sambil menjabat tangan taemin dan pura-pura tidak mengenalnya
                Tak kusangka, aku harus membuatkan gaun pengantin untuk mantan pacar yg dulu mengajak aku menikah. Ini kenyataan yang harus aku terima !! oh my Lord, kepalaku terasa pusing sekarang...
“okay, aku sudah membuat sketsa untuk baju pengantin kalian.. aku membuat 2 sketsa, pilih saja mana yg kalian suka” kataku
“aku suka yg ini, sayang !!” kata chae yeon saat menunjukkan sketsa pada taemin
“ya sudah ambil yg itu saja” kata taemin
                Ku lihat sorot matanya menatapku tajam, namun aku hanya bisa tertunduk karena aku takut nanti aku tak kuasa menahan perasaanku. Jujur, dalam hatiku aku masih memiliki rasa cinta untuknya.
“ini berapa harganya?” tanya chae yeon                                               
“untuk sepasang, aku beri harga untuk kau 30 ribu won saja !!” kataku
“baiklah, “ kata chae yeon lalu pergi meninggalkan tokoku
                Setelah mereka pergi, tanpa terasa aku meneteskan air mata. Apakah aku tak rela melihat taemin menikah dengan yg lain? Apakah aku masih sangat mencintainya??
                Sebulan berlalu, hari ini aku akan bertemu taemin dan chae yeon lagi untuk fitting busana pengantin yg mereka pesan beberapa bulan yg lalu.
“kau cantik sekali, chae yeon” kataku saat melihat chae yeon fitting gaunnya
“terima kasih” katanya sambil tersenyum
                Ku lihat taemin tak mengatakan apapun saat melihat chae yeon, dia hanya terus menatapku dengan tatapannya yg tajam.
                *di hari bahagia taemin dan chae yeon*
“apakah aku harus berangkat hari ini?? Apakah aku harus menyaksikan mantan pacarku menikah??” tanyaku dalam hati
                Demi menghormati chae yeon, aku pun berangkat dengan menggunakan gaun berenda mini berwarna gold serta sepatu yg berwarna senada. Aku berangkat pagi sekali untuk menyaksikan pemberkata pernikahan mereka.
                Ku lihat taemin berdiri di depan altar, dan chae yeon di gandeng oleh appanya. Aku menangis, bukan karena terharu.. tapi karena aku belum rela melepas taemin.
“nona song chae yeon, apa kau bersedia menerima lee taemin sebagai suamimu?” tanya pendeta di depan altar
“aku bersedia...” kata chae yeon
“dan tuan lee taemin, apakah anda menerima song chae yeon sebagai istrimu” tanya pendeta
                Taemin terdiam, dan hatiku semakin bergetar menunggu jawaban dari taemin ... jika dia menjawab iya, maka selesailah semua dan hatiku hancur..
“aku tidak bisa” kata taemin
“oppa.... !!” teriak chae yeon
“maaf chae yeon, aku tak pernah mencintaimu.. kau saja yg terlalu memaksa aku untuk menikah, tanpa pernah menanyakan apa aku bersedia menikahimu” kata taemin lalu meninggalkan altar
                Ku lihat taemin menghampiri kursi tempat dimana aku duduk saat ini.. dia menarik tanganku dan mengajak aku berlari bersamanya. Dalam hati aku tersenyum, ternyata bukan hanya aku saja yg masih menyimpan cinta.. ternyata dia juga...
                Satu tahun kemudian...
“uuuhhh sayang,, jangan menangis ya? Umma disini selalu menjagamu” kataku sambil menggendong putri kecilku yg sedang menangis
                Ku lihat sepasang mata sedang mengawasiku sambil  tersenyum dari kejauhan... dia datang dan menghampiri kami berdua...
“sudah sini biar aku yg menggendong cherry “ katanya
“taemin, suamiku... aku mencintaimu, aku sadar bahwa kini aku bahagia sekali karena memilikimu dan juga memiliki cherry” kataku
“ssttttt” kata taemin sambil menutup mulutku dan mengisyaratkan bahwa kini cherry tertidur dalam gendongannya
                Seminggu semenjak kejadian batalnya pernikahan taemin dan chae yeon, aku pun menikah dengan taemin secara sederhana saja di pulau jeju tanpa banyak persiapan. Namun aku sadar, bahwa inilah kebahagiaanku yg sesungguhnya. Dan sebulan yg lalu, cherry hadir untuk melengkapi kebahagiaan kami.

Minggu, 23 Desember 2012

my fave song: tak pernah padam by sandhy sandoro :')


Senyumanmu masih belum terkenang
Hadir selalu seakan tak mau hilang dariku dariku
Takkan mudah ku bisa melupakan
Segalanya yang telah terjadi
Di antara kau dan aku, di antara kita berdua
Kini tak ada terdengar kabar dari dirimu
Kini kau telah menghilang jauh dari diriku
Semua tinggal cerita antara kau dan aku
Namun satu yang perlu engkau tahu
Api cintaku padamu tak pernah padam, tak pernah padam

Takkan mudah ku bisa melupakan
Segalanya yang telah terjadi
Di antara kau dan aku, di antara kita berdua

Kini tak ada terdengar kabar dari dirimu
Kini kau telah menghilang jauh dari diriku
Semua tinggal cerita antara kau dan aku
Namun satu yang perlu engkau tahu
Api cintaku padamu tak pernah padam
Api cintaku padamu wooo ooo yeah

Kini tak ada terdengar kabar dari dirimu
Kini kau telah menghilang jauh dari diriku
Semua tinggal cerita antara kau dan aku
Namun satu yang perlu engkau tahu
Api cintaku padamu tak pernah padam, tak pernah padam

curhat 1


i wish you were here :')
aku sudah lama gak bertemu kamu...
lama.. lama sekali..
gak berasa juga sudah 6 bulan gak ketemu kamu..
kamu dimana?? aku gak tahu sama sekali tentang keberadaanmu,,
aku juga takut mengusik hidupmu lagi :'(
aku kangen,, kangen sekali tapi ....
ya sudahlah, aku cuma bisa nyimpen kangenku dalam hati...
tapi sebenernya, aku lebih milih kamu ada disini walaupun aku harus sakit karena ngeliat kamu sama cewek lain...
di bandingkan berjauhan kyk gini, dan aku gak bisa lihat kamu lagi...
oh tuhan,, duniaku berakhir ><

ff true love story


Aku pernah punya masa lalu yg indah, dengan seseorang yg indah juga pastinya. Seorang gadis yg menemaniku selama beberapa tahun ini sangat berkesan di hidupku. Namun sayang, hidupnya tak panjang, tak seperti janjinya yg mengatakan bahwa dia akan selalu menemaniku setiap saat.
“sayangku... kau sedang apa?” tanyaku saat melihatnya memegang setangkai bunga
“hanya memandangi bunga ini saja, kenapa bunga ini terlihat begitu cantik ya?” katanya
“kau yakin bunga ini cantik? Tapi bagiku, kau lebih cantik dari apapun” kataku
“ah oppa mengapa membuatku jadi begitu malu?” katanya sambil memegangi pipinya
“itu karena, sayangku ini memang sangat cantik...” jawabku
                Aku selalu menghabiskan waktu dengannya, karena kami juga bersekolah di satu tempat yg sama. Saat itu, dia masih menjadi murid baru di kelas 1 SMA dan sedangkan aku adalah murid kelas 2 SMA. Dia adalah orang yg membuatku begitu semangat untuk pergi ke sekolah.
                Suatu hari, dia bertingkah begitu manja padaku. Dia tidur di pangkuanku, sambil memainkan jari-jariku seperti biasanya. Dia menceritakan banyak cerita padaku, menceritakan semua mimpinya padaku.
“kau tahu apa yg aku inginkan di dunia ini, jjong oppa?” tanyanya
“tidak...” jawabku
“aku hanya ingin menjadi manusia baik, hingga nantinya aku tidak akan masuk neraka saat aku mati.. “ katanya
“kau ini bicara apa? Kenapa masih muda membicarakan itu?” bentakku padanya
“aku kan hanya bicara... kalau tak suka, ya tak usah dengar...” katanya lalu meninggalkanku sendirian.
                Di sisi lain, penyakit yg di derita bobo (namanya gadis itu adalah choi sun ah, tp orang biasa memanggilnya bobo) sudah semakin parah. Namun karena semangatnya yg kuat, dia tidak pernah terlihat seperti orang sakit.
“kemana saja, bobo ini? Kenapa ponselnya tidak bisa di hubungi..
                Jjong berusaha menelpon bobo, tp tak ada jawaban karena saat jjong menelpon bobo, dia sedang ada di ruang ICU rumah sakit.
                Orang-orang tak pernah tahu bila bobo selama ini mengidap penyakit kangker darah, termasuk jjong. Bobo sendiri tak pernah ingin merepotkan orang lain dengan penyakitnya itu, dia bilang bahwa selama tubuhnya masih kuat untuk melakukan segalanya sendiri.. dia tak ingin merepotkan orang lain.
                Beberapa hari kemudian, saat bobo sudah keluar dari rumah sakit dia langsung segera menemui jjong yg telah cemas menunggu tanpa ada kabar darinya.
“jjong oppa sayang,,,” sapanya dengan muka yg ceria.
“kau kemana saja? Beberapa hari ini kau tak ada kabar.. ini sudah ke sekian kalinya bobo” kata jonghyun
“maafkan aku, lain kali janji takkan lagi “ katanya
“baiklah-baiklah.. aku benci melihat wajahmu yg memelas seperti itu..” jawabku
                Bobo langsung memeluk jjong begitu erat sebagai balasan karena beberapa hari tak memberi kabar padanya. Dan segera memberi jonghyun eskimo kiss seperti biasa..
“bobo pulang... umma...” katanya saat memasuki rumah
                Bobo melihat ummanya sedang menangis,,
“umma kenapa?” tanyanya
“bobo sayang, maafkan umma ya?” jawab umma
“memang ada apa umma?” tanya bobo lagi
“maaf, kata dokter umurmu tinggal 1 bulan lagi sayang... tubuhmu sudah tidak kuat lagi menahan penyakitmu itu...” kata umma sambil menangis memeluk bobo.
                Seketika dunia bobo serasa runtuh, dia hanya terdiam dan tanpa terasa air matanya pun ikut jatuh. Apa yg akan ia katakan pada jonghyun nantinya? Itulah yg menjadi beban pikirannya saat ini. Dia tidak mau bila kepergiannya akan menjadi beban untuk jonghyun nantinya.
“tidak apa-apa umma...” jawabnya berusaha tegar
                1 bulan akan dihitung mundur olehnya, hari demi hari terasa begitu berharga. Detik demi detik bersama jonghyun pun terasa begitu indah..
“aku mencintaimu, jjong... tapi aku minta, pelan-pelan kau harus melupakan aku” katanya padaku
“tapi kenapa?” tanyaku
“sudahlah, pokoknya kau harus melupakan aku... !!” katanya
“sudah bobo, jangan bicara lagi !!” kata jonghyun sambil mencium kening kekasihnya itu.
                Tidak terasa sudah 2 minggu terlewati, dan kurang 2 minggu lagi perkiraan sisa hidupnya. Bobo sudah tidak berani keluar rumah, walau hanya sekedar melihat jonghyun.
                Dan jonghyun pun juga gelisah bila bobo tak menghubunginya, dia berniat untuk mendatangi rumahnya sore itu juga.
“permisi ahjumma, aku ingin menemui bobo sebentar saja... boleh ya?” tanya jonghyun pada ummanya bobo.
“langsung masuk saja ke kamarnya, bobo ada disana...” kata ummanya bobo
“tapi ahjumma... sebenarnya bobo itu kenapa? Kenapa kadang-kadang dia lama menghilang?” tanyaku
“jjong, sebenarnya bobo mengidap kangker tulang.. dia tak ingin memberitahumu tentang penyakitnya itu, dan dia sudah divonis bahwa hidupnya tak lama lagi..” kata ummanya sambil terisak
                Jonghyun tiba-tiba ikut terisak, mengingat nasib pacarnya yg tak seindah kisah cinta mereka yg selama ini terjalin. Dia tak bisa membayangkan bagaimana hidupnya nanti tanpa bobo.
“umma.... umma....” teriak bobo dari kamarnya
“iya sayang, umma kesana” teriak ummanya dan segera menghampiri bobo. Jonghyun pun mengikuti di belakang umma.
*di kamar bobo*
                Muka bobo sudah terlihat sangat pucat, sepertinya waktunya memang benar-enar tiggal sediktit lagi. Dia panik, saat melihat jonghyun ada di belakang ummanya.
“jonghyun,, kau mau apa kesini? Mencariku? “ tanya bobo
“sudah, jangan bicara lagi bobo... “ kata jonghyun lalu memeluk pacarnya itu yg lemah di pangkuannya
“sudah ku bilang, kau harus melupakan aku...” katanya lemah
“kubilang sudah,, jangan bicara lagi !!” kata jonghyun
“aku selalu mencintaimu.....”
                Kata-kata terakhir yg di ucapkan bobo pada jonghyun, dan saat itu juga bobo meninggal di pelukan kekasih tercintanya itu. Mungkin, meninggal dengan cara seperti itu juga yg di inginkan bobo karena dengan begitu orang yg terakhir ia lihat dalam ingatannya hanyalah jonghyun.
                Satu tahun sudah berlalu... hari ini adalah hari peringatan setahun kematian bobo. Dan jonghyun berniat pergi ke makam bobo dengan membawa bunga mawar putih, seperti yg biasa ia berikan pada bobo saat gadis itu masih hidup di sisinya.
“hai, selamat bertemu lagi sayang... kau sudah setahun meninggalkan aku, bagai mana kabarmu disana? Kau pasti menjelma menjadi bidadari dengan gaun berwarna putih seperti yg selalu kau katakan..  aku masih mencintaimu, masih sangat mencintaimu  bobo.. apa kau tidak rindu aku? Tidur yg cantik ya bobo,, tunggulah hingga nanti aku ada disana ya..” kata jonghyun.
                Sayang, tak ada jawaban.. yg ada hanya nisan yg dingin membeku di hadapanya, yg tak lagi bisa berbicara dan mendengarnya.

Jumat, 21 Desember 2012

ff my eternal love


“happy aniversary, sayang !! semoga kita akan selalu  bersama-sama dan cinta kita semakin kuat !!” kata onew padaku.
“ne, tentu sayang !!” kataku sambil tersenyum pada onew.
                Hari ini adalah anniversaryku dengan onew yg ke 3, tandanya sudah 3 tahun aku bersama onew dan menjalin cinta dengannya. Selama itu pula dia selalu menyayangiku, menjagaku, dan mencintaiku dengan setulus hatinya.
                Onew sebenarnya adalah pria yg baik, dan sangat setia padaku. Namun, sifatnya yg sangat overprotective padaku membuatku sedikit jenuh dan tidak nyaman karena dia selalu ada di manapun aku berada.
“ sayang, kita kan tahun ini akan lulus sekolah.. bagaimana kalau kita kuliah di tempat yg sama??” katanya padaku.
                Deg,, jantungku serasa berhenti seketika. Padahal, rencananya aku ingin kuliah terpisah dengan onew, tapi dia malah menyarankan untuk kita kuliah di tempat yg sama. Aku bingung setengah mati, tapi keputusanku sudah bulat.
“aku pulang . . . umma.. appa...” teriakku saat memasuki rumah
“ sayang,, duduk sini !! umma dan appa ingin berbicara denganmu” kata umma
“ne, umma.. ada apa?” tanyaku sambil duduk di samping ummaku.
“begini angela, kau tahun ini akan lulus sekolah.. lalu kau akan kuliah dimana?” tanya appa.
“aaakkkuu ingin kuliah di oxford, appa !! sudah lama aku bermimpi untuk kuliah disana.. dan aku sudah mengikuti tesnya secara online” kataku pada appa.
“kau ini tidak bilang dulu pada kami, angela?? Apa tidak lebih baik jika kuliah di dalam negeri saja??”  kata umma
“tapi umma, keputusanku sudah bulat !! aku ingin kuliah disana ...” kataku sambil cemberut.
“baiklah angela, appa turuti kemauanmu “ kata appa
“terima kasih appa...” ku peluk appaku dengan erat
                Pagi hari, aku bertemu dengan onew di cafe dan dia terlihat sedang membawa brosur universitas nasional seoul.
“angela, kau mau masuk jurusan apa? Lihatlah ini...” kata onew sambil memberikan brosurnya.
“aaakkkuu tidak tahu” kataku lalu meringkuk di meja
“kau ini kenapa?? Sakit??” tanyanya
“ahh tidak, aku hanya ingin pulang.. bisakah?” tanyaku

“tentu sayang, apapun akan ku lakukan untukmu” katanya
                Selama perjalanan, onew terlihat sangat mengkhawatirkanku. Sering memegang dahiku, dan sering tidak konsen menyetir. Tapi aku berusaha meyakinkan dia, bahwa aku baik-baik saja.
                Sesampainya di rumah, aku langsung merebahkan tubuhku di atas kasur. Aku berbicara pada diriku sendiri, apakah aku sanggup meninggalkannya nanti? Apakah aku sanggup untuk tidak bertemu dengannya??
“angela sayang, ada paket untukmu....” teriak umma dari lantai 1
“iya umma, angela turun....” sahutku
                Setelah kubuka paket itu, ternyata itu adalah paket berisi surat dari oxford university yg menyatakan bahwa aku lulus tes tulis dan harus mengikuti tes wawancara di inggris.
“onew maafkan aku” kataku dalam hati
“kau kenapa angela?” tanya ummaku
“ah tidak, umma.. ini lihat,, aku harus mengikuti tes wawancara di oxford university “ kataku sambil memeluk umma
“angela sayang,, kau hebat sekali... “ kata umma
                Keesokan harinya, onew berkunjung ke rumahku dan berniat ingin mengajakku liburan ke jepang...
“yakin kau tidak mau ikut denganku, sayang??” tanyanya
“tidak, kau kan berlibur dengan keluargamu...”kataku
“lalu kau akan liburan kemana?” tanyanya
“aku akan tetap di rumah saja, menantimu kembali..” kataku
                Spontan onew langsung memelukku dan berbisik padaku, dia bilang bahwa dia sangat mencintaiku dan tak ingin kehilangan aku. Aku pun semakin memeluknya, den tanpa terasa aku meneteskan air mata.
“kau menangis, sayang?” tanyanya
“tidak, aku hanya terharu karena aku memiliki seorang yg seperti dirimu...” kataku
                3 hari kemudian, tanpa sepengetahuan onew, aku berangkat ke inggris bersama umma dan appa. Umma dan appa mengantarku untung mengikuti tes wawancara. Dan saat aku keluar ruangan,,,
“angela bagaimana??” tanya umma
“maafkan aku, umma... aku harus melanjutkan hidupku di inggris sekarang,, aku di terima disini sebagai mahasiswi “ kataku sambil tertawa pada umma dan appaku.
                Appa pun spontan langsung menggendongku, beliau menyadari bahwa putri tunggalnya yg manja ini sudah dewasa tapi tetap saja memperlakukan seperti anak kecil. Tidak ada masalah buatku, asal umma dan appa masih mencintaiku, di perlakukan seperti bayi pun aku mau.
“angela sayang, bagaimana dengan onew? Kau sudah beritahu dia?” tanya umma
“belum umma, mungkin nanti saat kita kembali ke korea ya?” kataku ragu
“sudahlah umma, mari kita rayakan keberhasilan putri kita yg cantik ini” kata appa.
                Sebenarnya, dalam hati ini aku menangis. Tak tega memberitahu onew tentang ini, tapi bila tidak memberitahunya, dia akan memaksaku untuk masuk universitas yg sama dengan dia dan aku akan semakin dikekangnya.
                Saat aku kembali ke korea, saat inilah aku dan onew wisuda. Kami mengambil beberapa gambar bersama, sungguh manis sekali saat aku melihatnya seperti itu.
“aku harus memberitahunya, ini keinginanku sejak dulu... “ kataku dalam hati.
“kau kenapa sayang? Ada sesuatu yg kau pikirkan?? Oh ya, bagaimana dengan pendaftaran universitas?” tanyanya
“maaf onew, aku tidak bisa masuk universitas yang sama denganmu” kataku dengan berani
“tapi kenapa? Kau tidak ingin masuk universitas nasional seoul tidak apa-apa.. kau tinggal bilang mau kuliah dimana dan jurusan apa, nanti aku akan mengikutimu untuk masuk kesitu juga !!” katanya
“tapi aku tidak ingin kuliah di korea, aku sudah di terima di oxford university” kataku
“kau kuliah di inggris? Sudah di terima? Kenapa sama sekali tidak memberitahu aku soal ini sebelumnya? “ tanyanya padaku dengan wajah kecewa
“itu karena aku tidak ingin kau mengikutiku, aku punya impian sendiri, dan kau juga harus ....”  belum selesai kalimatku, onew sudah memotong kalimatku
“oh oke, mungkin kau sudah punya seseorang lain di sana ya? Sampai aku tidak boleh bersamamu? Begitu kan?” kata onew
“bukan begitu,,” kataku berusaha menjelaskan
“ya sudahlah, mari kita akhiri sampai disini...” katanya lalu pergi meninggalkan aku
                Seketika duniaku runtuh dan aku terduduk di lantai mendengar perkataannya tadi. Aku sungguh tak ingin kata-kata itu keluar dari mulutnya. Aku takkan sanggup untuk kehilangan onew.
                Aku putuskan untuk menemuinya sekaligus berpamitan karena keesokan harinya aku akan berangkat ke inggris.
“annyeonghaseyo ahjumma” kataku pada ummanya onew
“oh hai angela, mencari onew?” tanya beliau
“iya, dia ada ahjumma?” tanyaku lagi
“dia ada di kamarnya, naiklah kesana” kata beliau sambil tersenyum
                Ku ketuk pintu kamarnya dengan ragu, tapi aku harus berpamitan dengannya atau aku akan menyesal seumur hidupku.
Tok tok tok..
“siapa??” tanyanya dari dalam kamar
“ini aku, angela...” kataya
                Dia membukakan pintu untukku...
“mau pa lagi, angela? Bukankah ku bilang bahwa kita sudah berakhir?” katanya sadis
“aku Cuma mau berpamitan, besok aku akan berangkat.. dan ini ada kenang-kenangan dariku, bacalah buku ini bila kau puny waktu...” kataku lalu meninggalkan onew
                Dalam taxi aku menangis, aku tak suka melihat wajahnya saat marah. Aku sangat benci itu, tapi mau bagaimana lagi, dia memang sedang tidak ingin bertemu denganku.
                Di tempat yg lain, tepatnya di kamar onew, dia sedang membuka buku pemberian dari angela. Di bukanya halaman pertama, terdapat foto onew dan angela saat pertama kali berkencan. Angela menuliskan “a story about my eternal love” di bawah foto mereka.
                Onew membuka halaman demi halaman dari buku itu, berisi tentang foto dan kenangan yg telah mereka lalui selama 3 tahun ini. Tanpa sadar onew menangis saat melihat kata-kata angela pada halaman terakhir buku itu.
“tidak perduli dia selalu mengekangku, di hatiku selalu  mencintainya.. bahkan bila saja cintaku padanya adalah cinta yg salah, cinta ini tidak akan pernah berakhir.. onew adalah segalanya untukku.. jiwaku, nafasku, dan juga nyawaku.. tanpa dia, aku bukanlah apa-apa.. aku mencintainya, lebih dari hidupku sediri..Tuhan, terima kasih karena kau telah mempertemukan aku dengan onew.. dan untuk onew, aku sangat mencintaimu...”
                Pagi hari, umma dan appaku mengantarku ke depan pagar karena kau lebih memilih memilih untuk naik taxi daripada di antar oleh appa dan umma..
“sayang, jaga dirimu baik-baik ya? Kalau kau butuh sesuatu, telponlah umma...” kata umma
“iya umma, aku akan merindukan umma dan appa” kataku, lalu mencium pipi umma dan appa bergantian.
“ya sudah, berangkat saja sana... itu taximu sudah menunggu....” kata appa
                Saat aku akan memasuki taxi, ku lihat seorang pria keluar dari mobil dan itu adalah onew. Orang yg sangat aku harapkan untuk kulihat di saat terakhirku di korea ini.
“aku mencintaimu, angela.. maafkan aku karena sudah menuduhmu yg macam-macam... aku tidak bisa membayangkan jika nanti kau tidak mencintaiku lagi, angela...” katanya
“aku akan selalu mencintaimu, walau nanti aku akan jauh darimu onew... aku takkan bisa mencintai orang lain lagi selain kamu...” kataku
                Onew memelukku erat sekali, seolah ia tidak ingin aku meninggalkannya. Namun dengan berat hati aku lepaskan juga pelukan onew dariku.
“aku harus pergi sekarang, onew sayang...” kataku padanya sambil menahan air mataku.
“kau harus janji ya, setelah kau selesaikan kuliahmu disana.. kau akan kembali lagi untukku kan? Iya kan angela sayang?” tanyanya.
“aku janji, hanya 4 tahun dan aku akan kembali lagi sayang..” jawabku
                Dia memelukku sekali lagi, dan kali ini pelukannya lebih erat lagi daripada sebelumnya..
“sampai jumpa, aku sangat mencintaimu my eternal love” kataku lalu masuk ke dalam taksi dan segera menuju ke bandara untuk segera terbang ke inggris.
“aku juga mencintaimu, my eternal love” kata onew dalam hati.

Kamis, 20 Desember 2012

cerita gak penting :D

cinta?? cinta?? cinta??
well, cinta itu menyenangkan... maybe??
tapi yang pasti cinta itu menyakitkan.. T.T
kenapa?? kenapa aku bilang begitu??
aku sudah cukup sakit mencintai seseorang,,
saat aku benar-benar mencintai orang itu, orang itu direbut begitu saja oleh orang yang ku kenal..
sakit memang,, tapi aku sadar bahwa pria itu tidak pantas untukku (berusaha menenangkan diri :D )
tapi,,, sampai saat ini aku belum bisa berhenti untuk memikirkan dia??
aku belum bisa melupakannya,, walau sekarang dia jauh dan entah dimana T.T (but, i miss him)
ooohhh,, hampir setahun berlalu dan aku harus melupakan si B !!
si B yang mirip dengan oh sehun member EXO :p
well, aku harus melanjutkan hidupku... melupakan si B...
get up and move on !! semangaatttt :D


ff love cake


Aku tidak pernah ingin seperti ini, gagal menikah bukanlah impianku. Saat semua telah di persiapkan, dia meninggalkanku. Entah apa alasannya, aku tak tahu. Yang pasti, dia membuat hatiku sakit sekali.
“ mau sampai kapan kau duduk disini dan terus menangis?” kata hara eonni .
“aku belum siap, eon. Gagal menikah membuatku malu dengan dunia ini !” jawabku.
“tapi hidupmu harus terus berlanjut, semua masih akan berputar !! kau pasti akan mendapatkan seseorang yang lebih baik darinya...” kata hara eonni.
“i wish, eonni !!” jawabku pelan.
                Ku ambil baju hangatku, dan berjalan menyusuri kota paris yang dingin ini untuk menghangatkan suasana hatiku yang sedang tidak menentu ini. Dan juga aku masih berharap bisa bertemu dengannya, seseorang yang telah meninggalkanku begitu saja.
                Namanya Choi Minho, pria yang sama-sama berasal dari korea ini adalah pewaris tunggal  perusahaan keluarga choi, Perusahaan yang bisa di perhitungkan keberadaannya di perancis. Dia adalah pria yang sangat tampan, kaya, dan juga berpendidikan. Siapapun, akan jatuh cinta padanya.
                Ku pejamkan mataku, mengingat semua yang telah aku lalui bersamanya terasa sangat indah di ingatkanku. Disini, di depan menara eifell inilah pertama kali aku bertemu dengannya di malam tahun baru. Saat itu dia sedang tersesat, dan aku membantunya untuk menemukan jalan pulang ke rumahnya.
“permisi nona, mau coffee? Ku lihat hidungmu memerah karena kedinginan” kata seorang pria sambil tersenyum manis di depanku.
“tentu, terima kasih !! berapa harganya??” tanyaku
“oh tidak,, aku bukan penjual coffee ! aku hanya memberikannya padamu !” katanya
“oh kalau begitu terima kasih,, namaku julie kim !!” kataku sambil mengulurkan tangan padanya.
“kau orang korea?? Namaku kim kibum, tapi kau bisa memanggilku Key !!” katanya
“ kau juga orang korea?? Wah aku bertemu dengan satu lagi orang korea disini”  kataku sambil tersenyum padanya.
“ya, kau sudah lama tinggal disini? Aku sudah 2 tahun tinggal disini untuk bekerja” jelasnya padaku.
“aku sudah 10 tahun disini, sejak apppaku pindah tugas. Dan sekarang aku juga bekerja disini” kataku padanya.
                 Kami akhirnya berbicara sambil berjalan, hingga kami berhenti di depan sebuah toko roti di pusat kota paris. Itu adalah toko roti milik key, dia bilang padaku bahwa aku bisa mencarinya kapanpun di toko itu.
“baiklah, aku pulang dulu ya key. Nanti kapan-kapan aku akan mampir ke tokomu “ kataku sambil memberi hormat, dan setelah itu pergi meninggalkan key.
                Aku pergi dengan senyuman di bibirku, mengingat belum ada pria yg berbuat semanis itu padaku. Dan kalau dipikir-pikir, dia juga tampan dan sangat manis. Dan aku berharap, bila bersamanya aku akan bisa melupakan choi minho nantinya.
                Keesokan harinya, pagi hari saat aku berdandan di depan cerminku tiba-tiba hara eonni masuk ke kamar sambil tersenyum. Hara eonni adalah kakakku satu-satunya dan sangat dekat denganku, eonni pasti bisa merasakan kalau aku sedang bahagia sekarang.
“adikku yang cantik, sedang bahagia ya? Perasaan baru kemarin kau menangis” goda hara eonni.
“ya bahagia eonni, hey aku tidak menangis kok kemarin!!” candaku pada hara eonni.
“oh ya?? Hey adikku, apa yang bisa membuatmu bahagia seperti ini?? Ceritakan padaku!!” kata eonniku sambil cemberut.
“ada aja,, sudah ah aku mau pergi keluar dulu ya?” kataku sambil mencium pipi eonniku.
                 Hari ini aku berniat mampir ke toko roti milik key, sebenarnya ingin bertemu dengan key juga. Entah mengapa sejak kemarin aku terus saja memikirkan dia. Mungkin aku terkesan dengan sikapnya yang ramah karena sudah lama aku tak bertemu orang  seramah dia.
“annyeonghaseyo” kataku saat memasuki tokonya.
“oh hy julie, sini !!” katanya saat melihatku.
“hy key, aku menyempatkan waktu untuk mampir ke tokomu” kataku sambil tersenyum padanya.
“oh bagus, duduklah disini dan tunggulah sebentar,, aku akan membuatkanmu cake yg spesial untukmu” katanyasambil tersenyum.
“tapi key....” kataku seolah mencegahnya
                Dan dia hanya meletakkan telunjuk di bibir mungilnya, seolah menyuruhku untuk diam saja dan menuruti apa katanya. Hingga akhirnya 30 menit kemudian dia keluar lagi dan membawa kue berwarna pink berbentuk love.
“wah key,, kue ini cantik sekali” pujiku padanya.
“kau suka, julie? Ini khusus aku buatkan hanya untukmu” katanya sambil tersenyum manis sekali.
“aahhh kkkau harusnya tidak usah repot-repot membuatkan ini untukku” kataku sedikit terbata.
“ini karena aku merasa kau adalah orang yg spesial, julie !!” katanya sambil tertunduk malu.
“ah begitu ya?” kataku sambil menunduk juga.
                Sejak saat itu aku dan key jadi semakin dekat, kami sering menghabiskan waktu bersama dan dia pun juga sering membawakanku kue yang enak hasil buatannya sendiri. dan hari ini aku berjanji untuk menemuinya di taman kota, tapi ternyata dia sendiri yang akhirnya telat datang dan itu sedikit membuatku kesal.
“hey julie, maafkan aku telat !!” katanya sambil terengah-engah sehabis berlari.
“ya sudahlah, tapi aku sedikit kesal key !!” jawabku sambil cemberut.
“untukmu ... “ katanya sambil mengeluarkan setangkai mawar merah.
“ah key,, kau manis sekali !!” kataku sambil sedikit tersenyum.
“jika kamu tersenyum, itu membuatku senang sekali julie !!” katanya.
“oh ya? Kenapa bisa begitu key?” tanyaku
“karena aku menyukaimu, julie... maukah kau jadi pacarku?” katanya sambil berlutut
“jangan berlutut,, nanti lututmu sakit !! aku tidak ingin berpacaran, key.. aku pernah mengalami hal buruk tentang itu !!” jelasku padanya.
“kalau boleh aku tahu, kenapa??” tanyanya padaku.
“aku pernah batal menikah key, dan itu membuat hatiku sakit sekali... pria yg aku cintai, meninggalkan aku begitu saja tepat seminggu sebelum pernikahan...” kataku sambil mulai menangis
                Key tiba-tiba memelukku dan mencoba menenangkanku....
“hey, lupakan masa lalumu itu julie... aku takkan berbuat itu padamu, kau bisa percaya kata-kataku!” kata key berusaha meyakinkanku.
“tapi key.... aku...” belum selesai kataku, key sudah memotong kalimatku
“menikahlah denganku, julie !! kau bisa percayakan itu padaku, aku sangat dan akan selalu mencintaimu “ katanya
                Aku hanya mengangguk dan segera memeluk key sangat erat. Sekarang aku sadar bahwa aku sekarang mencintainya dan tak ingin gagal lagi untuk bersanding dengan orang yang aku cintai.
                Kami sepakat, sebulan lagi kami akan menikah dan sekarang aku sedang menemui designer yang akan membuatkan baju pengantinku. Dan saat aku keluar dari situ, aku bertemu dengan seseorang yg tak ingin aku temui lagi.
“kau kim julie??”  sapa choi minho padaku.
“untuk apa kau muncul lagi di hadapanku?? Aku tidak pernah ingin melihatmu lagi, pergi kau dari hadapanku !!” kataku sambil berlari menghindarinya.
“julie...  julie... julie.....” dia memanggil namaku dan mengejarku juga.
                Aku terus berlari tanpa menghiraukan lagi minho memanggil namaku, aku tidak perduli lagi padanya. Hingga akhirnya aku berhenti di tengah jalan karena aku sudah tak kuat lagi berlari.
“akhirnya kau berhenti juga” katanya
“mau apa lagi kau? Kita sudah berakhir, minho... aku tak mau mengingat saat kau meninggalkan aku... itu sangat menyakitkanku !!” kataku padanya.
“maafkan aku julie, aku menyesal... aku ingin kembali padamu !!” katanya
“semudah itu? Maaf, aku akan menikah bulan depan dengan orang yang aku cintai saat ini... permisi !!” kataku sambil berlalu meninggalkan minho.
                Sebulan kemudian, saat hari bahagiaku bersama key pun tiba.... aku mengenakan gaun berwarna putih hasil rancangan dari designer terkenal di kota paris ini. Di tambah polesan make up yang tipis membuatku terlihat sempurna di hari sempurnaku ini.
“kau cantik sekali, anakku.. kau sudah siap??” tanya appa bersiap mengantarku ke altar pernikahan
“iya appa, julie sangat siap !!” jawabku
                Dan appa menggandeng tanganku sambil berjalan menuju seorang pria di depan altar, key yang sangat aku cintai. Sambil tersenyum kepadaku, pria itu membuka tangannya, dan aku pun menerimanya tanpa segan.
“kau cantik sekali, sayangku” katanya padaku
                Aku hanya tersenyum mendengar dia memujiku seperti itu, di hatiku selalu berdoa bahwa memang dia pria terbaik yang tuhan kirim untukku. Dan sekarang aku mulai bisa bersyukur bila minho meninggalkanku dan kini aku mendapat pria yg jauh lebih baik darinya.
                Upacara pernikahan kami berlangsung lancar, dan kini pria di sampingku ini telah menjadi suamiku. Dia memelukku erat, dan aku mulai berbisik padanya....
“key sayangku, aku mencintaimu”
                Dan ku lihat senyum manis tersungging di bibir imutnya....

ff my last love


“ Minrye . . . .” teriak Jinki saat memanggilku.
“ Jinki-aah ,, ada apa??” tanyaku balik
“ Tidak ada apa-apa Minrye !!” jawabnya sambil tersenyum padaku.
   Jinki adalah seseorang yang selalu membuat aku tertawa, selalu mengisi hariku dengan senyumannya, dan selalu ada disaat aku membutuhkan dia. Ya,, dia adalah seseorang yang sangat aku cintai.
   Hari itu, Jinki menjemputku di depan gerbang sekolah. Kami memang berasal dari sekolah yang berbeda, tapi itu sama sekali tak menjadi masalah karena Jinki selalu siap untuk menjemputku. Terkadang aku sangat beruntung memiliki pacar seperti dia, walau kadang-kadang dia juga sangat menyebalkan.
 “ Minrye,, kenapa baru keluar?? Aku sudah menunggumu lama >.<  “ keluhnya padaku
“ Maaf ya, aku tadi ada urusan sebentar dan aku lupa memberi tahumu “ jawabku
“ Ya sudahlah, mari kita pulang “ajaknya.
   Akhirnya kami pulang dengan menaiki motornya, aku memeluk erat dia seakan takut kehilangannya. Entah mengapa, tapi saat bersamanya aku merasa nyaman dan sama sekali tak ingin berpisah dengannya.
~Beberapa bulan berlalu~
   Seusai bermain basket, aku merasa kepalaku sangat pusing dan rasanya sangat mual sehingga aku pun pingsan di tengah lapangan. Semua orang panik dan akhirnya mereka membawaku ke rumah sakit. Aku tak sadarkan diri hingga 3 hari lamanya, dan saat aku membuka mata ku lihat mama dan Jinki ada disampingku.
“ Minrye . . kau sudah baikan??”
   Aku tak menjawabnya, tapi ku anggukkan kepalaku sebagai tanda aku sudah sedikit lebih baik. Aku merasa lidahku masih sangat kaku dan sedikit kesulitan bicara.
“ Minrye sayang,, mama disini bersama Jinki selalu menunggu Minrye membuka mata selama 3 hari ini. Mama senang akhirnya Minrye sudah membuka mata. “ kata mama padaku
   Walau sedikit sulit berbicara, tapi ku usahakan bicara 1 kalimat saja.
“ Terima kasih mama dan Jinki “ kataku dengan suara yang pelan.
   Dokter pun akhirnya datang setelah tahu aku sudah membuka mata, dia segera memeriksaku dan dia pun memanggil mama untuk membicarakan keadaanku.
“ Nyonya,, dengan sangat terpaksa saya katakan bahwa Minrye menderita kangker tulang dan itu sangat berbahaya untuk anak seusia Minrye !! “ kata dokter.
“ Lantas harus bagaimana, dok?? Minrye tidak boleh menderita begini !! dia masih terlalu muda untuk mendapat penyakit seperti ini !! “ jawab mama sambil menangis.
“ Minrye masih bisa mengikuti therapy namun membutuhkan proses yang lama !! “ kata dokter.
“ Apakah itu bisa membantu Minrye?? Lantas apa saja efek dari penyakit ini?? “ tanya mama.
“ Sedikit bisa membantu, penyakit ini lambat laun akan membuat dia meninggal “ jawab dokter.
“ Lakukan yang terbaik, dok !! Minrye harus sembuh !! “ kata mama pasrah.
   Mama kembali ke ruang perawatanku,, ku lihat raut muka mama sangat sedih. Rasanya sangat tidak rela melihat mama sedih, apalagi itu karena aku.
“ Mama . . . kenapa?? “ tanyaku pada mama.
“ Tidak kenapa-kenapa sayang,, Minrye harus kuat yaa !! “ kata mama sambil memelukku.
“ Memang Minrye kenapa, ma?? Minrye sakit apa?? “ tanyaku pada mama.
“ Maaf  Minrye,, tapi Minrye sakit kangker tulang yang akan membuat Minrye kesulitan bergerak nantinya. Tapi tenang saja sayang,, mama dan dokter akan sekuat tenaga berusaha membuat Minrye sembuh !! “ jawab mama.
   Tanpa terasa air mataku menetes juga, seluruh hatiku rasanya hancur memikirkan apa yang akan terjadi padaku nantinya. Aku tak percaya ini akan menimpa aku. Aku berusaha tegar karena aku tak ingin melihat mama sedih.
   Seminggu kemudian, aku keluar dari rumah sakit. Ku lihat Jinki menyambutku di rumah, aku bahagia melihatnya sekaligus sedih karena aku tahu bahwa aku takkan lama lagi meninggalkan dunia ini, meninggalkan mama, dan juga meninggalkan Jinki.
“ Minrye pacarku yang cantik sudah keluar dari rumah sakit yaa?? Ini aku bawakan bunga hanya untuk Minrye yang paling cantik sedunia “ katanya sambil memberikan bunga mawar merah padaku.
“ Terima kasih yaa Jinki yang tampan !! senang rasanya bisa bertemu Jinki lagi,, Minrye kangen sekali denganmu !! “ kataku sambil tersenyum melihat kehadiran Jinki.
“ Minrye. . . Jinki akan selalu menjaga kamu!! Jinki akan selalu di sisi kamu,, setiap saat waktu Jinki hanya untuk Minrye !! bahkan Jinki telah pindah ke sekolah Minrye supaya bisa selalu bersama Minrye karena Jinki sangat mencintai Minrye “ katanya sambil memelukku.
“ Jinki-aah !! Minrye tidak tahu harus bilang apalagi untuk berterima kasih kepada Jinki,, Minrye juga sangat mencintai Jinki !! “ kataku.
   3 Hari kemudian aku kembali masuk sekolah dengan ditemani Jinki. Walau kini aku sakit, namun aku tak mau sedikit pun merepotkan Jinki. Apapun yang bisa aku lakukan sendiri, akan kulakukan tanpa meminta bantuan orang lain.
   Aku mulai berfikir, apakah Jinki mengetahui penyakitku ini?? Apakah mama telah memberi tahu dia?? Jika dia belum tahu, aku takut dia nanti akan terus mencintai aku dan saat aku pergi ke surga akan meninggalkan luka yang dalam untuk Jinki.
“ Jinki . . . “ ucapku membuka obrolan.
“ Iya, kenapa Minrye?? “ tanyanya
“ Apa Jinki tahu sakit yang sedang Minrye derita?? “ tanyaku balik.
“ Apapun penyakit Minrye,, Minrye pasti sembuh karena Jinki tahu kalau Minrye adalah anak yang kuat !! “ katanya mencoba menenangkanku.
“ Jinki tahu tidak sih sebenarnya?? Tolong jawab pertanyaan Minrye !! “ tanyaku lagi.
“ Jinki tahu,, so??? Kenapa memangnya kalau Jinki tahu??? Apakah Jinki tidak boleh tahu?? “ tanyanya lagi.
“ Tentu Jinki harus tahu !! lalu, apakah Jinki tidak ingin putus dengan Minrye?? Jinki tahu kan kalau Minrye tidak akan bertahan lama?? “ tanyaku.
“ Mengapa Minrye berfikir kalau Jinki mau melakukan hal itu?? Jinki itu akan selalu mencintai Minrye bagaimanapun keadaan Minrye !! Jinki akan menemanimu sampai detik terakhir dalam hidupmu !! “ katanya tegas.
   Tanpa bicara lagi segara ku peluk erat Jinki. Di satu sisi aku merasa sangat beruntung memilikinya, namun di sisi lain aku kasihan padanya yang selalu mengorbankan waktunya demi aku.
~ 1 Tahun kemudian ~
   Tanpa terasa aku masih bisa bertahan selama ini, walau rasa sakit yang kurasa sungguh luar biasa namun aku sangat senang masih bisa berada di tengah-tengah orang yang aku cintai.
   Hari ini hari yang sangat istimewa bagi kami, karena kami akan di wisuda setelah lulus SMA. Aku mendapat nilai yang cukup baik, Jinki juga tentunya. Jinki datang bersama orang tuanya, sedangkan aku hanya datang bersama mama karena papaku entah dimana.
   Ditengah-tengah acara wisuda tiba-tiba aku di panggil untuk maju ke panggung, disana sudah ada Jinki. Awalnya aku tidak tahu apa yang akan terjadi, dan ternyata Jinki melamarku di hadapan teman-teman, guru, serta orang tua kami.
“ Minrye-aah !! “ panggilnya.
“ Ne . . “ sahutku.
“ Minrye,, sudah bertahun-tahun aku mengenalmu dan mencintaimu melawati hari bersamamu !! berada di masa sulitmu !! kini aku hanya ingin Minrye menjadi milikku,, Maukah Minrye menikah denganku?? “ katanya sambil memberikan bunga dan cincin.
   Tanpa mengatakan apapun, akupun hanya menganguk saja. Dan seolah mengerti maksudku, Jinki pun tersenyum senang. Akupun begitu, dalam hatiku sangat senang sekaligus sedih jika aku tak mampu bertahan lebih lama lagi.
   Kami hanya membutuhkan waktu 1 bulan untuk mempersiapakan pernikahan, karena kami tak ingin menunda waktu lagi. Jinki takut jika dia tak sempat menjadikan aku istriya mengingat penyakitku yang semakin mangganas ini.
~ Hari paling indah dalam hidupku ~
   Aku mengenakan gaun panjang berwarna putih sambil memegang setangkai bunga. Di sampingku, ada Jinki yang kini telah resmi menjadi suamiku setelah kami berucap ikrar. Jinki terlihat sangat bahagia, begitu pula aku walau aku tak tahu berapa lama lagi aku bisa bertahan.
“ Minrye,, kau cantik sekali “ bisiknya padaku.
   Akupun hanya tersenyum kecil tanpa membalas bisikannya.
   Tiba-tiba kepalaku terasa pusing, sekelilingku seperti berputar. Hidungku pun mengeluarkan darah yang cukup banyak dan tak berapa lama kemudian aku pun pingsan.
“ Minrye !! “ Jinki memanggil namaku sambil menggendong tubuhku.
   Dalam keadaan setengah sadar, aku masih bisa melihat Jinki akan membawaku ke rumah sakit dan akupun mencegahnya walaupun hanya dengan sedikit tenaga aku bisa mengatakannya.
“ Jinki,, ja. . jangan ba. . bawa aku ke ru. . rumah sa. . sakit “ kataku terbata-bata.
“ Lalu Minrye mau kemana?? “ tanyanya.
“ Ba. . bawa aku ke ta. . taman “ kataku.
   Sekuat tenaga Jinki membawaku ke taman. Di sebuah bangku aku meminta Jinki menurunkan aku yang telah lemah tak berdaya ini.
“ Minrye . . . !! kalau Minrye sudah tidak kuat, Minrye boleh pergi sekarang !! aku sudah rela bila harus kehilangan Minrye,, aku tidak mau melihat Minrye tersiksa lagi !! “ katanya padaku.
“ Karena itulah Minrye ingin Jinki membawa Minrye disini,, Minrye hanya ingin Jinki tahu bahwa Minrye selalu mencintai Jinki sampai nafas terakhir Minrye berhembus” Bisikku padanya.
   Jinki memelukku erat. Seiring hujan yang turun, di sanalah nafasku berhenti. Jiwaku terbang ke surga dengan bahagia karena aku pergi tanpa perasaan yang mengganjal di hati.
~ Di hari pemakamanku ~
   Semua orang memakai baju hitam. Mama ku dan Jinki terlihat sangat sedih namun aku yakin dalam hati mereka sudah ikhlas melepas kepergianku. Aku pergi meninggalkan semua di dunia ini, meninggalkan semua cintaku pada Jinki.
“ Minrye-aah,, aku harap dengan kepergianmu ini kau tidak lagi merasakan sakit yang selama ini kau derita !! barbahagialah disana, Minrye !! aku selalu mencintaimu !! “ kata Jinki di depan makamku.
   Tiba-tiba mama menghampiri Jinki sambil membawa kotak yang aku titipkan pada mama sebelum aku meninggal.
“ Jinki,, “ panggil mama.
“ Ne,, waeyo?? “ sahut Jinki.
“ Ini,, Minrye titipkan padaku sebelum dia meninggal. Dia memintaku memberikan ini padamu di hari pemakamannya. “ kata mama pada Jinki, setelah itu mama pergi meninggalkan Jinki sendirian di makamku.
“ Ne,, gomawoyo “ sahut Jinki.
   Jinki membuka kotak itu, kotak itu berisi boneka teddy bear pemberiannya sebagai kado pertama darinya. Jinki tersenyum melihat teddy bear itu, mungkin dia mengerti maksudku. Ku tulis pula sebuah surat untuknya . . .
Dear Jinki . . terima kasih ya telah menemaniku sampai waktu terakhirku. Selalu membuat aku tersenyum di saat tersulit dalam hidupku. Satu orang yang selalu ada disana adalah kamu, yang selalu ada buat aku. . terima kasih juga telah mencintaiku aku, aku juga mencintaimu. . berjanjilah padaku, bahwa kau akan selalu bahagia walau tanpa aku. . ingatlah bahwa aku selalu menjagamu dari surga . . Minrye selalu mencintaimu sampai kapanpun,, jadikan Minrye sebagai kenangan terindahmu . . . “
“ Minrye,, aku akan terus hidup tanpamu walau aku tahu itu sulit . . aku akan mengenangmu, Minrye . . . “ kata Jinki sebelum meninggalkan makamku.

ending story


ENDING STORY  :’)
  “Rien,, yakin kamu bisa sama dia?? Yakin kamu bisa meluluhkan dia??”  Ucapku dalam hati saat melihat sesosok lelaki bernama Bima.
  Ya.. namanya Bima. Pria tampan yg menjadi adik kelasku. Sikapnya dingin dan tertutup membuat ku tak berani menyapanya. Selain itu, aku malu karena aku adalah kakak kelasnya.
  Suatu hari, saat di kantin aku bertemu Bima. Jantungku berdetak kencang saat dia berjalan ke arahku. Dan tanpa sengaja aku menabraknya...
“Ooopss,, maaf ya.. a..aku tidak sengaja” kataku
“Iya, gak apa-apa kak” sahut Bima
“Apa aku tdk salah dengar?? Dia bicara denganku??? Ooh Tuhan, Replay dong.. aku pengen dengar sekali lagi J “ Ucapku dalam hati.
  Aku diam sejenak sampai akhirnya ada vina, temanku yang menyadarkan aku.
“Rien.. kamu gak apa-apa?? Hati-hati kesambet setan kantin lho yaa” Ucap vina sambil menepuk pundakku.
“Aku habis denger Bima ngomong, jantungku masih deg-degan. Badanku masih kaku” Jawabku
“Kamu naksir Bima??” Tanya Vina
“Hmm.. iya sih,, tapi kamu jangan bilang-bilang ya??”Kataku
“Siip,, itu sih bisa diatur J”  Kata Vina.

  Suatu hari ku dengar berita yg tidak enak buatku. Saat ku cari berita tentang Bima, aku harus memperoleh kekecewaan. Aku dengar dari teman Bima, kalau Bima sudah punya pacar.
  Sejak saat itu banyak orang tahu kalau aku menyukai Bima. Aku tidak perduli, karena memang itu yg terjadi tapi aku juga tidak memungkiri kalau hatiku sakit dan sedikit kecewa.
“Rien... kok wajahnya kusut gitu sih??” Sapa Vina
  Aku langsung memeluk Vina dan menangis di bahunya. Entah apa yang ku pikirkan, aku hanya tidak kuat menahan beban hatiku sendiri.
“Rien.. ada apa sih?? Cerita dong, ada aku disini.. “ Ucap Vina sambil menenangkanku.
“Vin, Bima itu udah punya pacar.. dan aku udah terlanjur sayang sama dia..  sulit buat aku melupakan perasaan ini, sulit banget Vin.. “ Curhatku pada Vina
“Rien,, kamu tahu dari siapa?? Apa perlu aku tanya sendiri ke Bima??”
  Aku tidak menjawab pertanyaan Vina.Aku masih menangis di pundaknya.
  Vina berdiri dari tempat duduknya, meninggalkan aku sendiri.. Dia menemui Bima..
  Vina menemui Bima di kelasnya,, Karena Vina tahu kalau jam segini Bima pasti ada di kelas.
(di kelas Bima)
“Bima,, boleh ngobrol sebentar gak??” Tanya Vina pada Bima.
“Boleh kak,, ada apa ya??” Jawab Bima
“Gini Bim,, kamu tahu temanku yang namanya Maurien?? Dia itu suka banget sama kamu.. Bahkan saat dia tahu kalau kamu punya pacar, dia langsung nangis gitu.. aku Cuma pengen tahu kebenarannya aja kok.. !!” Kata Vina
“Ooh kak Maurien?? Ya sebenarnya yang dia bilang itu bener.. Aku emang udah punya pacar sejak 1 tahun yg lalu.. Aku minta maaf, aku sama sekali gak tahu tentang hal ini.. Aku harus gimana, kak??” Tanya Bima
“Bim, kamu bisa temui Maurien sekarang gak?? Dia ada di taman sekolah.. dia sedang menangis disana.. kamu bisa hibur dia??” Pinta Vina Pada Bima
“Aku coba ya,kak..” Ucap Bima
  Bima pun segera pergi ke taman sekolah dan melihat yang sedang menangis di bangku taman.
“Kak Maurien...”  Sapa Bima
“Bima...” Sahutku sambil mengusap air mata.
“Kak Rien jangan nangis lagi ya.. Jelek lho kalau nangis terus.. Kak Rien Dengarin aku deh.. Aku itu sayang Kak Rien sebagai Sahabat aja ya.. “ Kata Bima
“Apa maksud kamu,Bim?? “ Ucapku pura-pura tidak memahami ucapan Bima
“Aku tahu perasaan Kak Rien kok.. aku menghargai banget.. tapi aku kan sudah ada yang memiliki.. Aku harap Kak Rien mengerti itu ya.. “ Kata Bima
“Iya Bim.. Aku ngerti kok.. “
  Bima pun memelukku.. Dan berbisik sesuatu padaku...
“Kak Rien, Terima kasih sudah mencintai aku.. Dan maaf kalau membuat hati Kak Rien terluka.. “ Bisik Bima
  Dan pada akhirnya ku dengar seseorang memanggil nama Bima,, itu pacarnya.. Aku terkejut saat tahu siapa pacar Bima...
“Bima... J” Teriak Wishta pada Bima
“Wishta?? Kamu ngapain disini??” Tanyaku pada Wishta.
“Eeh Kakak.. aku lagi janjian sama Bima.. tapi karena kelamaan nunggu diluar, aku putuskan masuk saja J” Jawab Wishta.
“Kak Rien,, kenal sama Wishta?? Dia ini pacarku kak..” Kata Bima
“Wishta itu adikku..!!” Jawabku sambil berlalu meninggalkan mereka.
  Aku berlari menjauh dari mereka. Berusaha menghindari kenyataan yg pahit ini.. Kenyataan yang begitu memukul batinku..
“Maurien... kamu nangis lagi??” Tanya Vina
  Ku peluk Vina lagi.. Ku curahkan segala kesahku padanya..
“Vin.. kenapa aku gak pernah tahu?? Kenapa aku begitu bodoh?? Ke..kenapa a..aku ........”Ucapku
  Belum sempat  aku menyelasaikan ucapanku, aku sudah pingsan di pelukan Vina. Aku sempat dibawa ke Ambulance sebelum aku menghembuskan nafas terakhirku.

Minggu pagi di pemakaman umum..
  Semua orang menangisi kepergian seorang Maurien untuk selamanya.. terutama Wishta yg sempat mendapatkan donor hati dari Maurien..
  Bima pun terlihat sedih, mengingat dia mengecewakan Maurien di saat terakhir hidupnya.
  Vina pun sama.. dia telah kehilangan sahabat yg begitu ia kasihi.. yang kini sudah tidak ada lagi..
  Semua orang telah meninggalkan pemakaman kecuali Bima dan Vina..
  Vina telah diberi amanah oleh Maurien  untuk memberikan surat kepada Bima..      Surat terakhir Maurien hanya untuk Bima..
  “Bima.. bacalah ini, ini dari Maurien yang sangat mencintaimu..”Kata Vina sambil memberikan Surat
Isi surat Maurien:
“Hanya untuk Bima yang sangat aku cintai.. Ku tulis ini di sisa hidupku, mungkin saat kamu membaca ini aku sudah pergi tuk selamanya.. Bima, tolang jaga Wishta dan hatiku yang ada padanya.. Biarkan cinta dalam hatiku yang kini ada di tubuh Wishta tetap hidup hanya tuk mencintaimu.. Biarkan ia encintaimu sampai nanti saat Wishta tiada.. Aku ingin kau selalu mengenangku..
J Kak Rien yang Mencintaimu”
  Bima pun menangis setelah membaca surat tersebut,dan berpicara di depan pusara Maurien...
“Kak Rien, jangan kau menangis lagi disana.. Aka akan selalu menjaga hatimu yang ada di tubuh Wishta.. Selamat jalan Kak Rien... Aku akan mengenangmu...” kata Bima                                                                                                      

ff i love you choi minho


“ Aku benar-benar membencinya !! “ kataku saat melihat Minho berjalan ke arahku.
“ Kenapa?? Dia kan tampan?? “ tanya moonie
“ Entah,, aku tak suka kelakuannya !! percuma kalau tampan,, tapi kelakuannya memalukan !! “ kataku sambil pergi menjauh.
   Choi Minho adalah idola semua wanita di sekolahku. Mulai dari murid, guru, bahkan penjual di kantin pun mengidolakan dia. Tapi, tidak halnya dengan aku, aku justru membenci semua yang ada pada dirinya. Sebenarnya, wajahnya tampan dan tubuhnya pun atletis tapi kelakuannya yang sering mempermainkan wanita itulah yang membuat aku benci padanya.
   Hari ini pelajaran biologi, dan kami sedang berada di laboratorium untuk praktek. Dan sialnya, aku harus sekelompok dengan Minho.
“ Gyuri,, kau sekelompok dengan Minho yaa??? Karena hanya kalian berdua yang tersisa !! “ kata guru.
“ Apa??? AKU DAN DIA??? “ tanyaku.
“ iya,, sekali ini saja !! atau kau tidak mendapat nilai !! “ ancam guru.
“ aah,, sudahlah Gyuri !! “ kata Minho sambil menarik tanganku.
   2 Jam bersamanya saja sudah membuatku begitu tersiksa. Aku terus saja mengomel padanya walaupun sebenarnya dia tidak punya salah. Hingga akhirnya dia bertanya sesuatu padaku.
“ Kenapa kau selalu membenciku??? Salah apa aku??? “ tanyanya.
“ aku tak menyukaimu !! selamanya aku takkan pernah menyukaimu !! kau pikir kau siapa??  “ bentakku padanya.
   Dia terdiam seketika, lalu pergi meninggalkan aku. Dalam hatinya, mungkin dia menganggapku orang aneh tapi aku takkan pernah perduli dengan apapun yang dia pikirkan tentangku.
   Seminggu setelah kejadian itu, aku di panggil ke ruang kepala sekolah. Beliau memintaku untuk membantu belajar salah seorang teman. Mengingat prestasi akademikku yang bagus, kepala sekolah pun memilihku, dan aku pun menyetujuinya. Aku pun pergi ke perpustakaan, karena teman itu telah menungguku disana.
“ Kau??? Sedang apa kau disini??? “ tanyaku saat menatap Minho di perpustakaan.
“ Aku menunggu seseorang yang akan mengajariku !! “ katanya.
“ Apakah kau yang harus aku ajari?? Aigooo !! “ kataku.
“ Kenapa??? Kau tidak mau ??? “ tanyanya.
“ Aku gak akan pernah mau !! “ kataku cuek.
   Tiba-tiba Minho berlutut di kakiku sambil memohon. . .
“ Gyuri,, tolong bantu aku sekali ini saja !! aku janji takkan lama, hanya 2 bulan saja hingga masa ujian !! please ?? “ katanya memohon padaku.
“ Baiklah. . baiklah !! tapi janji kau jangan main-main denganku !! mengerti?? “ kataku kemudian duduk di kursi.
   Dia hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum . .
“ Hari ini kau mau belajar apa?? “ tanyaku.
“ Fisika !! “ katanya.
“ Baiklah, keluarkan bukumu !! “ kataku.
   2 Jam berlalu,,
“ Gyuri . . . “ dia memanggilku di depan pintu.
“ Ne,, ada apa?? “ tanyaku.
“ Bolehkah aku minta nomor ponselmu?? Mungkin saja aku harus melelponmu ?? “ katanya.
   Aku pun memencet nomorku di ponselnya, kemudian pergi meninggalkan dia sendirian di perpustakaan.
    2 minggu berlalu, aku dan Minho sudah semakin dekat saja. Rasa benci padanya perlahan-lahan mulai hilang dari hatiku. Semua amarah kini menjadi tawa ceria, dan hanya bersamanya aku merasa sangat nyaman.
“ Gyuri,, “ panggilnya saat aku keluar dari kelas.
“ Ne,, kenapa min?? Ayo kita belajar !! “ kataku.
“ Justru itulah, aku bosan belajar disini !! kita belajar di rumahku saja yaa?? “ katanya.
   Aku hanya mengangguk, kemuadian mengikuti Minho ke tempat parkir. Kami pergi ke rumahnya dengan naik motor. Aku terus memeliuk Minho, karena motornya melaju dengan kencang. Ku lihat, ada senyum kecil di bibirnya saat aku memeluknya.
“ Kita sampai,, ayo masuk !! “ katanya sambil menarik tanganku.
   Aku mengikutinya, rumahnya sangat besar namun sangat sepi. Katanya, di rumah ini dia hanya tinggal bersama ibunya karena ayah dan adiknya telah meninggal  5 tahun yang lalu akibat kecelakaan.
“ Ibu,,, “ katanya saat menghampiri wanita separuh baya di kursi.
“ Kau sudah pulang, sayang ?? “ tanya wanita itu.
“ Ne,, ini kenalkan temanku !! namanya Nam Gyuri,, andai ibu bisa melihatnya pasti ibu akan berfikir sama sepertiku kalau wajah Gyuri mirip dengan adik. “ katanya pada ibunya.
“ Mianhae,, apa ibumu tidak bisa melihat?? “ tanyaku.
“ Iya, sejak kecelakaan itu ibu menjadi buta. “ katanya.
“ Jeongmal mianhae, Minho-ssi !! “ kataku.
“ It’s okay, Gyuri !! “ katanya.
   2 bulan berlalu,, saat ujian pun tiba. Semua perasaanku campur aduk jadi satu karena bebanku bukan hanya diriku sendiri tapi juga Minho yang telah aku bimbing selama 2 bulan ini.
“ FIGHTING !! “ kataku pada Minho sebelum memasuki ruang ujian.
“ ddo FIGHTING !! “ katanya.
   Masa-masa ujian pun selasai, dan kini tibalah masa pengumuman kelulusan. Aku dan Minho berdiri di depan papan pengumuman sambilmencari-cari nama kami. Aku dinyatakan lulus dengan nilai terbaik, begitu juga minho lulus dengan nilai diatas rata-rata.
“ Gomawo, Gyuri !! ini semua berkat kamu yang mau mengajari aku !! ” katanya kemudian memelukku erat.
“ Aigoo !! gak harus memelukku juga kan?? “ kataku.
“ Mianhae,, aku terbawa suasana “ katanya.
~ Seminggu kemudian ~
“ Minho,, aku datang kemari ingin berpamitan denganmu !! aku akan pergi ke perancis untuk melanjutkan kuliah disana,, “ kataku saat berada di rumah Minho.
“  Mwo?? Perancis?? “ tanyanya.
“ Ne,, aku datang kemari untuk berpamitan. Aku harus permisi sekarang !! “ kataku sebelum meninggalkan rumah Minho.
   Minho berdiri dari duduknya,, dia berjalan ke arahku dan memelukku dari belakang..
“ Annyeongirago naege malhajima . .” bisiknya padaku.
“ Wae?? Kenapa aku gak boleh meninggalkan kamu?? “ tanyaku.
“ Saranghae . . . “ bisiknya lagi.
“ Kau mencintaiku??? Bukankah kau tahu kalau selama ini aku membencimu??? “ tanyaku lagi.
“ Aku mencintaimu jauh sebelum kau mulai membenciku !! “ katanya.
“ Kau mencintaiku?? Lalu untuk apa kau berkencan dengan gadis-gadis bodoh itu??? “ tanyaku.
“ Aku berkencan karena aku belum bisa mendapatkanmu,, mereka hanya pelarianku saja !! “ jawabnya.
   Aku memeluk minho erat sekali,, aku menyadari bahwa selama ini aku telah jatuh cinta padanya.   2 bulan bersamanya, membuatku mengerti apa artinya cinta. Aku mencintainya, dan kini aku tahu kalau dia juga mencintaiku jauh sebelum aku mulai membencinya. Kini aku sadar, selama ini aku membencinya karena cemburu padanya yang banyak didekati oleh gadis-gadis bodoh yang selalu mengejarnya.
“ Sebenarnya,, aku juga telah jatuh cinta padamu . . “ kataku.
“ Sungguh??? “ tanyanya.
“ Ne,, “ jawabku.
“ Apakah kau mau jadi pacarku??? “ tanyanya lagi.
“ Ne,, aku mau !! tapi bagaimana yaa?? Aku kan harus kuliah di perancis?? “ jawabku dengan hati bimbang.
“ It’s okay,, kita bisa berpacaran jarak jauh . . aku bisa mengirimu e-mail setiap hari,, “ katanya padaku.
“ Bodohnya aku !! “ kataku kemudian memeluk Minho.
   Semua berakhir dengan indah, semua rasa benciku padanya kini berubah menjadi cinta yang amat dalam. Kini yang aku tahu, dia mencintaiku dan itu sudah lebih dari cukup untukku. Dia hanya untukku,, walau kami melakukan Longdistance relationship. Namun justru itulah yang semakin menambah cinta kami, karena tiap hari rasa rintu kami terus betambah lagi dan lagi.
“ I love you, Choi Minho. . .  “  bisikku padanya.