Jumat, 21 Desember 2012

ff my eternal love


“happy aniversary, sayang !! semoga kita akan selalu  bersama-sama dan cinta kita semakin kuat !!” kata onew padaku.
“ne, tentu sayang !!” kataku sambil tersenyum pada onew.
                Hari ini adalah anniversaryku dengan onew yg ke 3, tandanya sudah 3 tahun aku bersama onew dan menjalin cinta dengannya. Selama itu pula dia selalu menyayangiku, menjagaku, dan mencintaiku dengan setulus hatinya.
                Onew sebenarnya adalah pria yg baik, dan sangat setia padaku. Namun, sifatnya yg sangat overprotective padaku membuatku sedikit jenuh dan tidak nyaman karena dia selalu ada di manapun aku berada.
“ sayang, kita kan tahun ini akan lulus sekolah.. bagaimana kalau kita kuliah di tempat yg sama??” katanya padaku.
                Deg,, jantungku serasa berhenti seketika. Padahal, rencananya aku ingin kuliah terpisah dengan onew, tapi dia malah menyarankan untuk kita kuliah di tempat yg sama. Aku bingung setengah mati, tapi keputusanku sudah bulat.
“aku pulang . . . umma.. appa...” teriakku saat memasuki rumah
“ sayang,, duduk sini !! umma dan appa ingin berbicara denganmu” kata umma
“ne, umma.. ada apa?” tanyaku sambil duduk di samping ummaku.
“begini angela, kau tahun ini akan lulus sekolah.. lalu kau akan kuliah dimana?” tanya appa.
“aaakkkuu ingin kuliah di oxford, appa !! sudah lama aku bermimpi untuk kuliah disana.. dan aku sudah mengikuti tesnya secara online” kataku pada appa.
“kau ini tidak bilang dulu pada kami, angela?? Apa tidak lebih baik jika kuliah di dalam negeri saja??”  kata umma
“tapi umma, keputusanku sudah bulat !! aku ingin kuliah disana ...” kataku sambil cemberut.
“baiklah angela, appa turuti kemauanmu “ kata appa
“terima kasih appa...” ku peluk appaku dengan erat
                Pagi hari, aku bertemu dengan onew di cafe dan dia terlihat sedang membawa brosur universitas nasional seoul.
“angela, kau mau masuk jurusan apa? Lihatlah ini...” kata onew sambil memberikan brosurnya.
“aaakkkuu tidak tahu” kataku lalu meringkuk di meja
“kau ini kenapa?? Sakit??” tanyanya
“ahh tidak, aku hanya ingin pulang.. bisakah?” tanyaku

“tentu sayang, apapun akan ku lakukan untukmu” katanya
                Selama perjalanan, onew terlihat sangat mengkhawatirkanku. Sering memegang dahiku, dan sering tidak konsen menyetir. Tapi aku berusaha meyakinkan dia, bahwa aku baik-baik saja.
                Sesampainya di rumah, aku langsung merebahkan tubuhku di atas kasur. Aku berbicara pada diriku sendiri, apakah aku sanggup meninggalkannya nanti? Apakah aku sanggup untuk tidak bertemu dengannya??
“angela sayang, ada paket untukmu....” teriak umma dari lantai 1
“iya umma, angela turun....” sahutku
                Setelah kubuka paket itu, ternyata itu adalah paket berisi surat dari oxford university yg menyatakan bahwa aku lulus tes tulis dan harus mengikuti tes wawancara di inggris.
“onew maafkan aku” kataku dalam hati
“kau kenapa angela?” tanya ummaku
“ah tidak, umma.. ini lihat,, aku harus mengikuti tes wawancara di oxford university “ kataku sambil memeluk umma
“angela sayang,, kau hebat sekali... “ kata umma
                Keesokan harinya, onew berkunjung ke rumahku dan berniat ingin mengajakku liburan ke jepang...
“yakin kau tidak mau ikut denganku, sayang??” tanyanya
“tidak, kau kan berlibur dengan keluargamu...”kataku
“lalu kau akan liburan kemana?” tanyanya
“aku akan tetap di rumah saja, menantimu kembali..” kataku
                Spontan onew langsung memelukku dan berbisik padaku, dia bilang bahwa dia sangat mencintaiku dan tak ingin kehilangan aku. Aku pun semakin memeluknya, den tanpa terasa aku meneteskan air mata.
“kau menangis, sayang?” tanyanya
“tidak, aku hanya terharu karena aku memiliki seorang yg seperti dirimu...” kataku
                3 hari kemudian, tanpa sepengetahuan onew, aku berangkat ke inggris bersama umma dan appa. Umma dan appa mengantarku untung mengikuti tes wawancara. Dan saat aku keluar ruangan,,,
“angela bagaimana??” tanya umma
“maafkan aku, umma... aku harus melanjutkan hidupku di inggris sekarang,, aku di terima disini sebagai mahasiswi “ kataku sambil tertawa pada umma dan appaku.
                Appa pun spontan langsung menggendongku, beliau menyadari bahwa putri tunggalnya yg manja ini sudah dewasa tapi tetap saja memperlakukan seperti anak kecil. Tidak ada masalah buatku, asal umma dan appa masih mencintaiku, di perlakukan seperti bayi pun aku mau.
“angela sayang, bagaimana dengan onew? Kau sudah beritahu dia?” tanya umma
“belum umma, mungkin nanti saat kita kembali ke korea ya?” kataku ragu
“sudahlah umma, mari kita rayakan keberhasilan putri kita yg cantik ini” kata appa.
                Sebenarnya, dalam hati ini aku menangis. Tak tega memberitahu onew tentang ini, tapi bila tidak memberitahunya, dia akan memaksaku untuk masuk universitas yg sama dengan dia dan aku akan semakin dikekangnya.
                Saat aku kembali ke korea, saat inilah aku dan onew wisuda. Kami mengambil beberapa gambar bersama, sungguh manis sekali saat aku melihatnya seperti itu.
“aku harus memberitahunya, ini keinginanku sejak dulu... “ kataku dalam hati.
“kau kenapa sayang? Ada sesuatu yg kau pikirkan?? Oh ya, bagaimana dengan pendaftaran universitas?” tanyanya
“maaf onew, aku tidak bisa masuk universitas yang sama denganmu” kataku dengan berani
“tapi kenapa? Kau tidak ingin masuk universitas nasional seoul tidak apa-apa.. kau tinggal bilang mau kuliah dimana dan jurusan apa, nanti aku akan mengikutimu untuk masuk kesitu juga !!” katanya
“tapi aku tidak ingin kuliah di korea, aku sudah di terima di oxford university” kataku
“kau kuliah di inggris? Sudah di terima? Kenapa sama sekali tidak memberitahu aku soal ini sebelumnya? “ tanyanya padaku dengan wajah kecewa
“itu karena aku tidak ingin kau mengikutiku, aku punya impian sendiri, dan kau juga harus ....”  belum selesai kalimatku, onew sudah memotong kalimatku
“oh oke, mungkin kau sudah punya seseorang lain di sana ya? Sampai aku tidak boleh bersamamu? Begitu kan?” kata onew
“bukan begitu,,” kataku berusaha menjelaskan
“ya sudahlah, mari kita akhiri sampai disini...” katanya lalu pergi meninggalkan aku
                Seketika duniaku runtuh dan aku terduduk di lantai mendengar perkataannya tadi. Aku sungguh tak ingin kata-kata itu keluar dari mulutnya. Aku takkan sanggup untuk kehilangan onew.
                Aku putuskan untuk menemuinya sekaligus berpamitan karena keesokan harinya aku akan berangkat ke inggris.
“annyeonghaseyo ahjumma” kataku pada ummanya onew
“oh hai angela, mencari onew?” tanya beliau
“iya, dia ada ahjumma?” tanyaku lagi
“dia ada di kamarnya, naiklah kesana” kata beliau sambil tersenyum
                Ku ketuk pintu kamarnya dengan ragu, tapi aku harus berpamitan dengannya atau aku akan menyesal seumur hidupku.
Tok tok tok..
“siapa??” tanyanya dari dalam kamar
“ini aku, angela...” kataya
                Dia membukakan pintu untukku...
“mau pa lagi, angela? Bukankah ku bilang bahwa kita sudah berakhir?” katanya sadis
“aku Cuma mau berpamitan, besok aku akan berangkat.. dan ini ada kenang-kenangan dariku, bacalah buku ini bila kau puny waktu...” kataku lalu meninggalkan onew
                Dalam taxi aku menangis, aku tak suka melihat wajahnya saat marah. Aku sangat benci itu, tapi mau bagaimana lagi, dia memang sedang tidak ingin bertemu denganku.
                Di tempat yg lain, tepatnya di kamar onew, dia sedang membuka buku pemberian dari angela. Di bukanya halaman pertama, terdapat foto onew dan angela saat pertama kali berkencan. Angela menuliskan “a story about my eternal love” di bawah foto mereka.
                Onew membuka halaman demi halaman dari buku itu, berisi tentang foto dan kenangan yg telah mereka lalui selama 3 tahun ini. Tanpa sadar onew menangis saat melihat kata-kata angela pada halaman terakhir buku itu.
“tidak perduli dia selalu mengekangku, di hatiku selalu  mencintainya.. bahkan bila saja cintaku padanya adalah cinta yg salah, cinta ini tidak akan pernah berakhir.. onew adalah segalanya untukku.. jiwaku, nafasku, dan juga nyawaku.. tanpa dia, aku bukanlah apa-apa.. aku mencintainya, lebih dari hidupku sediri..Tuhan, terima kasih karena kau telah mempertemukan aku dengan onew.. dan untuk onew, aku sangat mencintaimu...”
                Pagi hari, umma dan appaku mengantarku ke depan pagar karena kau lebih memilih memilih untuk naik taxi daripada di antar oleh appa dan umma..
“sayang, jaga dirimu baik-baik ya? Kalau kau butuh sesuatu, telponlah umma...” kata umma
“iya umma, aku akan merindukan umma dan appa” kataku, lalu mencium pipi umma dan appa bergantian.
“ya sudah, berangkat saja sana... itu taximu sudah menunggu....” kata appa
                Saat aku akan memasuki taxi, ku lihat seorang pria keluar dari mobil dan itu adalah onew. Orang yg sangat aku harapkan untuk kulihat di saat terakhirku di korea ini.
“aku mencintaimu, angela.. maafkan aku karena sudah menuduhmu yg macam-macam... aku tidak bisa membayangkan jika nanti kau tidak mencintaiku lagi, angela...” katanya
“aku akan selalu mencintaimu, walau nanti aku akan jauh darimu onew... aku takkan bisa mencintai orang lain lagi selain kamu...” kataku
                Onew memelukku erat sekali, seolah ia tidak ingin aku meninggalkannya. Namun dengan berat hati aku lepaskan juga pelukan onew dariku.
“aku harus pergi sekarang, onew sayang...” kataku padanya sambil menahan air mataku.
“kau harus janji ya, setelah kau selesaikan kuliahmu disana.. kau akan kembali lagi untukku kan? Iya kan angela sayang?” tanyanya.
“aku janji, hanya 4 tahun dan aku akan kembali lagi sayang..” jawabku
                Dia memelukku sekali lagi, dan kali ini pelukannya lebih erat lagi daripada sebelumnya..
“sampai jumpa, aku sangat mencintaimu my eternal love” kataku lalu masuk ke dalam taksi dan segera menuju ke bandara untuk segera terbang ke inggris.
“aku juga mencintaimu, my eternal love” kata onew dalam hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar