“happy aniversary, sayang !! semoga kita akan selalu bersama-sama dan cinta kita semakin kuat !!”
kata onew padaku.
“ne, tentu sayang !!” kataku sambil tersenyum pada onew.
Hari
ini adalah anniversaryku dengan onew yg ke 3, tandanya sudah 3 tahun aku bersama
onew dan menjalin cinta dengannya. Selama itu pula dia selalu menyayangiku,
menjagaku, dan mencintaiku dengan setulus hatinya.
Onew
sebenarnya adalah pria yg baik, dan sangat setia padaku. Namun, sifatnya yg
sangat overprotective padaku membuatku sedikit jenuh dan tidak nyaman karena
dia selalu ada di manapun aku berada.
“ sayang, kita kan tahun ini akan lulus sekolah.. bagaimana
kalau kita kuliah di tempat yg sama??” katanya padaku.
Deg,,
jantungku serasa berhenti seketika. Padahal, rencananya aku ingin kuliah
terpisah dengan onew, tapi dia malah menyarankan untuk kita kuliah di tempat yg
sama. Aku bingung setengah mati, tapi keputusanku sudah bulat.
“aku pulang . . . umma.. appa...” teriakku saat memasuki
rumah
“ sayang,, duduk sini !! umma dan appa ingin berbicara
denganmu” kata umma
“ne, umma.. ada apa?” tanyaku sambil duduk di samping
ummaku.
“begini angela, kau tahun ini akan lulus sekolah.. lalu kau
akan kuliah dimana?” tanya appa.
“aaakkkuu ingin kuliah di oxford, appa !! sudah lama aku
bermimpi untuk kuliah disana.. dan aku sudah mengikuti tesnya secara online”
kataku pada appa.
“kau ini tidak bilang dulu pada kami, angela?? Apa tidak
lebih baik jika kuliah di dalam negeri saja??”
kata umma
“tapi umma, keputusanku sudah bulat !! aku ingin kuliah
disana ...” kataku sambil cemberut.
“baiklah angela, appa turuti kemauanmu “ kata appa
“terima kasih appa...” ku peluk appaku dengan erat
Pagi
hari, aku bertemu dengan onew di cafe dan dia terlihat sedang membawa brosur
universitas nasional seoul.
“angela, kau mau masuk jurusan apa? Lihatlah ini...” kata
onew sambil memberikan brosurnya.
“aaakkkuu tidak tahu” kataku lalu meringkuk di meja
“kau ini kenapa?? Sakit??” tanyanya
“ahh tidak, aku hanya ingin pulang.. bisakah?” tanyaku
“tentu sayang, apapun akan ku lakukan untukmu” katanya
Selama
perjalanan, onew terlihat sangat mengkhawatirkanku. Sering memegang dahiku, dan
sering tidak konsen menyetir. Tapi aku berusaha meyakinkan dia, bahwa aku
baik-baik saja.
Sesampainya
di rumah, aku langsung merebahkan tubuhku di atas kasur. Aku berbicara pada
diriku sendiri, apakah aku sanggup meninggalkannya nanti? Apakah aku sanggup
untuk tidak bertemu dengannya??
“angela sayang, ada paket untukmu....” teriak umma dari
lantai 1
“iya umma, angela turun....” sahutku
Setelah
kubuka paket itu, ternyata itu adalah paket berisi surat dari oxford university
yg menyatakan bahwa aku lulus tes tulis dan harus mengikuti tes wawancara di
inggris.
“onew maafkan aku” kataku dalam hati
“kau kenapa angela?” tanya ummaku
“ah tidak, umma.. ini lihat,, aku harus mengikuti tes
wawancara di oxford university “ kataku sambil memeluk umma
“angela sayang,, kau hebat sekali... “ kata umma
Keesokan
harinya, onew berkunjung ke rumahku dan berniat ingin mengajakku liburan ke
jepang...
“yakin kau tidak mau ikut denganku, sayang??” tanyanya
“tidak, kau kan berlibur dengan keluargamu...”kataku
“lalu kau akan liburan kemana?” tanyanya
“aku akan tetap di rumah saja, menantimu kembali..” kataku
Spontan
onew langsung memelukku dan berbisik padaku, dia bilang bahwa dia sangat
mencintaiku dan tak ingin kehilangan aku. Aku pun semakin memeluknya, den tanpa
terasa aku meneteskan air mata.
“kau menangis, sayang?” tanyanya
“tidak, aku hanya terharu karena aku memiliki seorang yg
seperti dirimu...” kataku
3 hari
kemudian, tanpa sepengetahuan onew, aku berangkat ke inggris bersama umma dan
appa. Umma dan appa mengantarku untung mengikuti tes wawancara. Dan saat aku
keluar ruangan,,,
“angela bagaimana??” tanya umma
“maafkan aku, umma... aku harus melanjutkan hidupku di
inggris sekarang,, aku di terima disini sebagai mahasiswi “ kataku sambil
tertawa pada umma dan appaku.
Appa
pun spontan langsung menggendongku, beliau menyadari bahwa putri tunggalnya yg
manja ini sudah dewasa tapi tetap saja memperlakukan seperti anak kecil. Tidak
ada masalah buatku, asal umma dan appa masih mencintaiku, di perlakukan seperti
bayi pun aku mau.
“angela sayang, bagaimana dengan onew? Kau sudah beritahu
dia?” tanya umma
“belum umma, mungkin nanti saat kita kembali ke korea ya?”
kataku ragu
“sudahlah umma, mari kita rayakan keberhasilan putri kita yg
cantik ini” kata appa.
Sebenarnya,
dalam hati ini aku menangis. Tak tega memberitahu onew tentang ini, tapi bila
tidak memberitahunya, dia akan memaksaku untuk masuk universitas yg sama dengan
dia dan aku akan semakin dikekangnya.
Saat
aku kembali ke korea, saat inilah aku dan onew wisuda. Kami mengambil beberapa
gambar bersama, sungguh manis sekali saat aku melihatnya seperti itu.
“aku harus memberitahunya, ini keinginanku sejak dulu... “
kataku dalam hati.
“kau kenapa sayang? Ada sesuatu yg kau pikirkan?? Oh ya,
bagaimana dengan pendaftaran universitas?” tanyanya
“maaf onew, aku tidak bisa masuk universitas yang sama
denganmu” kataku dengan berani
“tapi kenapa? Kau tidak ingin masuk universitas nasional
seoul tidak apa-apa.. kau tinggal bilang mau kuliah dimana dan jurusan apa,
nanti aku akan mengikutimu untuk masuk kesitu juga !!” katanya
“tapi aku tidak ingin kuliah di korea, aku sudah di terima
di oxford university” kataku
“kau kuliah di inggris? Sudah di terima? Kenapa sama sekali
tidak memberitahu aku soal ini sebelumnya? “ tanyanya padaku dengan wajah
kecewa
“itu karena aku tidak ingin kau mengikutiku, aku punya
impian sendiri, dan kau juga harus ....”
belum selesai kalimatku, onew sudah memotong kalimatku
“oh oke, mungkin kau sudah punya seseorang lain di sana ya?
Sampai aku tidak boleh bersamamu? Begitu kan?” kata onew
“bukan begitu,,” kataku berusaha menjelaskan
“ya sudahlah, mari kita akhiri sampai disini...” katanya lalu
pergi meninggalkan aku
Seketika
duniaku runtuh dan aku terduduk di lantai mendengar perkataannya tadi. Aku
sungguh tak ingin kata-kata itu keluar dari mulutnya. Aku takkan sanggup untuk
kehilangan onew.
Aku
putuskan untuk menemuinya sekaligus berpamitan karena keesokan harinya aku akan
berangkat ke inggris.
“annyeonghaseyo ahjumma” kataku pada ummanya onew
“oh hai angela, mencari onew?” tanya beliau
“iya, dia ada ahjumma?” tanyaku lagi
“dia ada di kamarnya, naiklah kesana” kata beliau sambil tersenyum
Ku
ketuk pintu kamarnya dengan ragu, tapi aku harus berpamitan dengannya atau aku
akan menyesal seumur hidupku.
Tok tok tok..
“siapa??” tanyanya dari dalam kamar
“ini aku, angela...” kataya
Dia
membukakan pintu untukku...
“mau pa lagi, angela? Bukankah ku bilang bahwa kita sudah
berakhir?” katanya sadis
“aku Cuma mau berpamitan, besok aku akan berangkat.. dan ini
ada kenang-kenangan dariku, bacalah buku ini bila kau puny waktu...” kataku
lalu meninggalkan onew
Dalam
taxi aku menangis, aku tak suka melihat wajahnya saat marah. Aku sangat benci
itu, tapi mau bagaimana lagi, dia memang sedang tidak ingin bertemu denganku.
Di
tempat yg lain, tepatnya di kamar onew, dia sedang membuka buku pemberian dari
angela. Di bukanya halaman pertama, terdapat foto onew dan angela saat pertama
kali berkencan. Angela menuliskan “a story about my eternal love” di bawah foto
mereka.
Onew
membuka halaman demi halaman dari buku itu, berisi tentang foto dan kenangan yg
telah mereka lalui selama 3 tahun ini. Tanpa sadar onew menangis saat melihat
kata-kata angela pada halaman terakhir buku itu.
“tidak perduli dia
selalu mengekangku, di hatiku selalu
mencintainya.. bahkan bila saja cintaku padanya adalah cinta yg salah,
cinta ini tidak akan pernah berakhir.. onew adalah segalanya untukku.. jiwaku,
nafasku, dan juga nyawaku.. tanpa dia, aku bukanlah apa-apa.. aku mencintainya,
lebih dari hidupku sediri..Tuhan, terima kasih karena kau telah mempertemukan
aku dengan onew.. dan untuk onew, aku sangat mencintaimu...”
Pagi hari,
umma dan appaku mengantarku ke depan pagar karena kau lebih memilih memilih
untuk naik taxi daripada di antar oleh appa dan umma..
“sayang, jaga dirimu baik-baik ya? Kalau kau butuh sesuatu,
telponlah umma...” kata umma
“iya umma, aku akan merindukan umma dan appa” kataku, lalu
mencium pipi umma dan appa bergantian.
“ya sudah, berangkat saja sana... itu taximu sudah
menunggu....” kata appa
Saat
aku akan memasuki taxi, ku lihat seorang pria keluar dari mobil dan itu adalah
onew. Orang yg sangat aku harapkan untuk kulihat di saat terakhirku di korea
ini.
“aku mencintaimu, angela.. maafkan aku karena sudah
menuduhmu yg macam-macam... aku tidak bisa membayangkan jika nanti kau tidak
mencintaiku lagi, angela...” katanya
“aku akan selalu mencintaimu, walau nanti aku akan jauh
darimu onew... aku takkan bisa mencintai orang lain lagi selain kamu...” kataku
Onew
memelukku erat sekali, seolah ia tidak ingin aku meninggalkannya. Namun dengan
berat hati aku lepaskan juga pelukan onew dariku.
“aku harus pergi sekarang, onew sayang...” kataku padanya
sambil menahan air mataku.
“kau harus janji ya, setelah kau selesaikan kuliahmu
disana.. kau akan kembali lagi untukku kan? Iya kan angela sayang?” tanyanya.
“aku janji, hanya 4 tahun dan aku akan kembali lagi
sayang..” jawabku
Dia
memelukku sekali lagi, dan kali ini pelukannya lebih erat lagi daripada
sebelumnya..
“sampai jumpa, aku sangat mencintaimu my eternal love”
kataku lalu masuk ke dalam taksi dan segera menuju ke bandara untuk segera
terbang ke inggris.
“aku juga mencintaimu, my eternal love” kata onew dalam
hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar