ENDING STORY
:’)
“Rien,, yakin
kamu bisa sama dia?? Yakin kamu bisa meluluhkan dia??” Ucapku dalam hati saat melihat sesosok lelaki
bernama Bima.
Ya.. namanya
Bima. Pria tampan yg menjadi adik kelasku. Sikapnya dingin dan tertutup membuat
ku tak berani menyapanya. Selain itu, aku malu karena aku adalah kakak
kelasnya.
Suatu hari, saat
di kantin aku bertemu Bima. Jantungku berdetak kencang saat dia berjalan ke
arahku. Dan tanpa sengaja aku menabraknya...
“Ooopss,, maaf ya.. a..aku tidak sengaja” kataku
“Iya, gak apa-apa kak” sahut Bima
“Apa aku tdk salah dengar?? Dia bicara denganku??? Ooh
Tuhan, Replay dong.. aku pengen dengar sekali lagi J “ Ucapku dalam hati.
Aku diam sejenak
sampai akhirnya ada vina, temanku yang menyadarkan aku.
“Rien.. kamu gak apa-apa?? Hati-hati kesambet setan
kantin lho yaa” Ucap vina sambil menepuk pundakku.
“Aku habis denger Bima ngomong, jantungku masih
deg-degan. Badanku masih kaku” Jawabku
“Kamu naksir Bima??” Tanya Vina
“Hmm.. iya sih,, tapi kamu jangan bilang-bilang
ya??”Kataku
“Siip,, itu sih bisa diatur J” Kata Vina.
Suatu hari ku
dengar berita yg tidak enak buatku. Saat ku cari berita tentang Bima, aku harus
memperoleh kekecewaan. Aku dengar dari teman Bima, kalau Bima sudah punya
pacar.
Sejak saat itu
banyak orang tahu kalau aku menyukai Bima. Aku tidak perduli, karena memang itu
yg terjadi tapi aku juga tidak memungkiri kalau hatiku sakit dan sedikit
kecewa.
“Rien... kok wajahnya kusut gitu sih??” Sapa Vina
Aku langsung
memeluk Vina dan menangis di bahunya. Entah apa yang ku pikirkan, aku hanya
tidak kuat menahan beban hatiku sendiri.
“Rien.. ada apa sih?? Cerita dong, ada aku disini.. “
Ucap Vina sambil menenangkanku.
“Vin, Bima itu udah punya pacar.. dan aku udah terlanjur
sayang sama dia.. sulit buat aku
melupakan perasaan ini, sulit banget Vin.. “ Curhatku pada Vina
“Rien,, kamu tahu dari siapa?? Apa perlu aku tanya
sendiri ke Bima??”
Aku tidak
menjawab pertanyaan Vina.Aku masih menangis di pundaknya.
Vina berdiri
dari tempat duduknya, meninggalkan aku sendiri.. Dia menemui Bima..
Vina menemui
Bima di kelasnya,, Karena Vina tahu kalau jam segini Bima pasti ada di kelas.
(di kelas Bima)
“Bima,, boleh ngobrol sebentar gak??” Tanya Vina pada
Bima.
“Boleh kak,, ada apa ya??” Jawab Bima
“Gini Bim,, kamu tahu temanku yang namanya Maurien?? Dia
itu suka banget sama kamu.. Bahkan saat dia tahu kalau kamu punya pacar, dia
langsung nangis gitu.. aku Cuma pengen tahu kebenarannya aja kok.. !!” Kata
Vina
“Ooh kak Maurien?? Ya sebenarnya yang dia bilang itu bener..
Aku emang udah punya pacar sejak 1 tahun yg lalu.. Aku minta maaf, aku sama
sekali gak tahu tentang hal ini.. Aku harus gimana, kak??” Tanya Bima
“Bim, kamu bisa temui Maurien sekarang gak?? Dia ada di
taman sekolah.. dia sedang menangis disana.. kamu bisa hibur dia??” Pinta Vina
Pada Bima
“Aku coba ya,kak..” Ucap Bima
Bima pun segera
pergi ke taman sekolah dan melihat yang sedang menangis di bangku taman.
“Kak Maurien...”
Sapa Bima
“Bima...” Sahutku sambil mengusap air mata.
“Kak Rien jangan nangis lagi ya.. Jelek lho kalau nangis
terus.. Kak Rien Dengarin aku deh.. Aku itu sayang Kak Rien sebagai Sahabat aja
ya.. “ Kata Bima
“Apa maksud kamu,Bim?? “ Ucapku pura-pura tidak memahami
ucapan Bima
“Aku tahu perasaan Kak Rien kok.. aku menghargai banget..
tapi aku kan sudah ada yang memiliki.. Aku harap Kak Rien mengerti itu ya.. “
Kata Bima
“Iya Bim.. Aku ngerti kok.. “
Bima pun
memelukku.. Dan berbisik sesuatu padaku...
“Kak Rien, Terima kasih sudah mencintai aku.. Dan maaf
kalau membuat hati Kak Rien terluka.. “ Bisik Bima
Dan pada
akhirnya ku dengar seseorang memanggil nama Bima,, itu pacarnya.. Aku terkejut
saat tahu siapa pacar Bima...
“Bima... J”
Teriak Wishta pada Bima
“Wishta?? Kamu ngapain disini??” Tanyaku pada Wishta.
“Eeh Kakak.. aku lagi janjian sama Bima.. tapi karena
kelamaan nunggu diluar, aku putuskan masuk saja J” Jawab Wishta.
“Kak Rien,, kenal sama Wishta?? Dia ini pacarku kak..”
Kata Bima
“Wishta itu adikku..!!” Jawabku sambil berlalu
meninggalkan mereka.
Aku berlari
menjauh dari mereka. Berusaha menghindari kenyataan yg pahit ini.. Kenyataan
yang begitu memukul batinku..
“Maurien... kamu nangis lagi??” Tanya Vina
Ku peluk Vina
lagi.. Ku curahkan segala kesahku padanya..
“Vin.. kenapa aku gak pernah tahu?? Kenapa aku begitu
bodoh?? Ke..kenapa a..aku ........”Ucapku
Belum
sempat aku menyelasaikan ucapanku, aku
sudah pingsan di pelukan Vina. Aku sempat dibawa ke Ambulance sebelum aku
menghembuskan nafas terakhirku.
Minggu pagi di pemakaman umum..
Semua orang
menangisi kepergian seorang Maurien untuk selamanya.. terutama Wishta yg sempat
mendapatkan donor hati dari Maurien..
Bima pun
terlihat sedih, mengingat dia mengecewakan Maurien di saat terakhir hidupnya.
Vina pun sama..
dia telah kehilangan sahabat yg begitu ia kasihi.. yang kini sudah tidak ada
lagi..
Semua orang
telah meninggalkan pemakaman kecuali Bima dan Vina..
Vina telah
diberi amanah oleh Maurien untuk
memberikan surat kepada Bima.. Surat
terakhir Maurien hanya untuk Bima..
“Bima.. bacalah
ini, ini dari Maurien yang sangat mencintaimu..”Kata Vina sambil memberikan
Surat
Isi surat Maurien:
“Hanya untuk Bima yang sangat aku cintai.. Ku tulis ini
di sisa hidupku, mungkin saat kamu membaca ini aku sudah pergi tuk selamanya..
Bima, tolang jaga Wishta dan hatiku yang ada padanya.. Biarkan cinta dalam
hatiku yang kini ada di tubuh Wishta tetap hidup hanya tuk mencintaimu..
Biarkan ia encintaimu sampai nanti saat Wishta tiada.. Aku ingin kau selalu
mengenangku..
J
Kak Rien yang Mencintaimu”
Bima pun
menangis setelah membaca surat tersebut,dan berpicara di depan pusara
Maurien...
“Kak Rien, jangan kau menangis lagi disana.. Aka akan
selalu menjaga hatimu yang ada di tubuh Wishta.. Selamat jalan Kak Rien... Aku
akan mengenangmu...” kata Bima
Tidak ada komentar:
Posting Komentar