Kamis, 20 Desember 2012

ff useless love


                                  USELESS LOVE “ Jiah . . . !! “ terdengar suara seseorang memanggil namaku di depan rumah.
   Aku membuka pintu, dan ku lihat seseorang berdiri di depan rumahku. Dia adalah Key, sahabat karibku. Aku ingat, bahwa hari ini harusnya aku ada janji dengan dia untuk pergi ke rumah pohon.
   Aku mengenalnya Key sejak kami bersekolah di taman kanak-kanak, SD-SMP-SMA pun kami masih satu sekolah. Dan, kini kami telah kuliah pun masih 1 universitas walaupun jurusan kami berbeda. Maka tak heran bila Key dan aku sangat akrab, dan tak sedikit orang menyangka kami berpacaran.  Saking akrabnya kami, Key bahkan tahu semua kebiasaan burukku.
   Sejak dulu, kami sering main di rumah pohon.  Rumah pohon itu dibuat oleh mendiang ayahku untuk tempat bermain kami. Walau kami sudah beranjak dewasa, tapi kami tak mau meninggalkan kebiasaan kami bermain di rumah pohon. Entah kenapa, yang pasti terlalu banyak kenangan terjadi di rumah pohon itu.
“ Jiah,, apa kau tidak ingin berubah?? “ tanya Key padaku.
“ Berubah apa?? Berubah seperti power rangers begitu?? “ tanyaku balik.
   Ku lihat senyuman di wajah tampannya,, Ku tahu kalau dia memang sangat tampan ketika tersenyum.
“ Kau harus berubah seperti wanita-wanita lain !! pergi ke salon, berdandan, dan berkencan. “ katanya padaku.
“ Aku sama sekali tak punya waktu untuk itu. Lagi pula, aku kan sudah cantik jadi tak perlu begitu !! “ kataku.
   Key mencubit pipiku dengan gemasnya. Tanpa sengaja aku menatap matanya, ada sesuatu yang bergetar di hatiku. Apakah aku jatuh cinta padanya??? Apakah aku jatuh cinta pada sahabatku sendiri?? Itu tidak boleh terjadi.
   Semua berjalan baik-baik saja, sampai pada akhirnya Key mulai jatuh cinta pada seorang gadis bernama Hyesun. Gadis itu dikenalnya sejak acara kampus, dimana Hyesun adalah seorang penulis novel yang baru saja terbit. Hyesun memberikan novel berjudul “ Blind “ itu pada Key. Sejak itu, hari-hari Key hanya berisi Hyesun. . Hyesun. . dan Hyesun saja.
“ Jiah, kau tidak ingin mengenal Hyesun kah?? “ tanyanya padaku
“ memang itu penting untukku?? Enggak kan?? Kenapa juga aku harus mengenal dia?? “ tanyaku
   Key memberiku buku “Blind” itu,,
“ Bacalah ini !! agar kau mengenal dia, agar kau tahu bahwa ia adalah pribadi yang menyenangkan” katanya.
“ Iya,, bila nanti aku tak sibuk mungkin akan aku baca. “ kataku sambil pergi meninggalkan key.
   Di kamar, aku membuka buku itu dan membacanya satu demi satu halaman. Tanpa terasa air mataku jatuh karena terharu membaca buku itu. Buku yang berisi tentang perjuangan seorang gadis yang berjuang melawan sakit kangker mata yang dia derita, tentang seseorang yang selalu ingin bisa melihat indahnya dunia tanpa bayang-bayang ancaman kebutaan.
“ Aku ingin bertemu Hyesun !! “ kataku saat bicara dengan Key di telepon.
“ Sungguh?? Kenapa tiba-tiba kau berubah pikiran?? “ tanyanya.
“  Sudahlah jangan banyak bicara !! bagaimana caranya aku bisa bertemu dengan Hyesun?? “  tanyaku.
“ Datang saja ke rumahnya di Jl. Anggrek no 407. Bilang saja kalau kau temanku, pasti dia akan sangat senang menerimamu. Kapan kau kesana?? Perlu akau temani?? “ tanyanya lagi.
“  Mungkin nanti sore aku akan ke rumahnya, tak perlu kau temani !! “ kataku kemudian menutup telepon.
   Sore hari, seperti yang aku katakan sebelumnya aku datang ke rumah Hyesun. Rumah yang cukup besar di pojok jalan, dengan dihiasi taman bunga dan kolam ikan.
~ ding dong ~ buyi bel rumah Hyesun
   Seorang wanita cantik membukakan pintu untukku. Seorang wanita berkulit putih, berambut panjang, serta senyumnya sangat manis berdiri di hadapanku.
“ Cari siapa?? “ tanyanya padaku.
“ mmmm,, aku mencari Hyesun. Ada?? “ tanyaku balik.
“ Ne, aku Hyesun. Ada apa ya?? “ wanita itu bertanya lagi.
“ Aku temannya Key, ingin berkenalan denganmu !! aku telah membaca bukumu yang luar biasa itu, dan aku sangat terkesan dengan bukumu !! “ kataku
“ Terima kasih ya,, aku sangat tersanjung mendengar pujianmu !! oh iya, silahkan masuk              !! “ katanya sambil mempersilahkan aku duduk.
   Di ruang tamunya, ada banyak sekali lukisan indah terpajang di setiap sudut rumah itu. Sepertinya, dia juga pandai melukis.
“ Hyesun, bagaimana kau bisa membuat novel sebagus itu?? “ tanyaku
“ Sebenarnya, novel itu menceritakan tentang diriku sendiri. Gadis yg akan mengalami kebutaan dalam novel itu adalah aku. Aku terserang kangker mata, dan mungkin tak lama lagi aku akan mengalami kebutaan. “  jawabnya.
“ Apa Key tahu tentang hal ini?? “ tanyaku lagi.
“ Tahu !! “ jawabnya.
   Aku memeluk Hyesun sebagai tanda aku sangat mengaguminya. Aku sangat menghargai perjuangannya untuk bertahan hidup dari ganasnya sel kangker itu.
   Sepulangnya aku dari rumah Hyesun, aku langsung menemui Key di cafe tempat kami biasa nongkrong. Disanalah aku mendesaknya untuk segera menyatakan cinta pada Hyesun. Walau aku tahu ini menyakiti perasaanku sendiri, tapi bila melihat orang yang aku cintai bahagia aku rela melakukannya.
“ Key, apa kau tidak ingin menyatakan cinta padanya?? Cepat lakukan sebelum semua terlambat !! “ kataku pada Key.
“ tapi . . . “ sanggahnya
“ tapi apa?? Kau ingin memendam cintamu saja?? Aku mohon Key, buatlah dia bahagia !! karena aku tahu dia wanita yag pantas untukmu !! “ kataku sembari pergi meninggalkan Key.
   Di sepanjang jalan, aku terus menangis. Aku tak percaya kalau aku melakukan hal ini, hal bodoh yang seharusnya tak ku lakukan. Aku tahu, aku mencintai Key dan kenapa juga aku harus membantunya menyatakan cinta pada Hyesun??
~ 2 minggu berlalu ~
   Ku dengar bahwa Key dan Hyesun berpacaran, hatiku hancur namun bahagia. Aku telah merelakan Key bersama wanita yang dia cintai. Aku yakin, Hyesun bisa mencintai Key lebih dari aku. Karena aku tak pernah bilang padanya, kalau aku mencintainya.
   Handphoneku berbunyi,, ku lihat bahwa Key yang menelpon aku. Ingin aku reject, tapi aku takut jika ada suatu hal penting. Akhirnya ku angkat telpon dari Key.
“  Jiah,, kau sedang dimana?? Bisa tolong aku?? “ tanya key
“ aku di rumah,, minta tolong apa?? “ tanyaku balik.
“ Datanglah ke rumah sakit sekarang !! Hyesun sedang sakit, dan aku bingung harus melakukan apa?? “ suara key terlihat panik.
“ Baiklah,, tenang ya key . . aku akan kesana sekarang !! tunggulah aku “ kataku berusaha menenangkan dia.
   Aku segera keluar rumah dan mobilku melaju dengan sangat cepat. Hingga aku tak sadar jika ada sebuah truck besar melaju kencang juga dari arah yang berlawanan. Dan akupun mengalami kecelakaan yang sama sekali tak ku inginkan.
   Samar-samar aku melihat seseorang membawaku ke dalam ambulance, tapi setelah itu entah apa lagi yang terjadi karena semuanya berubah menjadi gelap.
   Key yang sedang cemas menanti kedatanganku, justru harus bersedih lagi melihatku penuh luka dan tak berdaya. Aku  masuk di ruang ICU tepat di sebelah Hyesun yang sedang tak berdaya juga.  Ku dengar dokter bicara, bahwa aku dan Hyesun sudah tak bisa diselamatkan lagi. Mereka menyerah dengan keadaanku sedangkan Hyesun tak bisa lagi diselamatkan pengelihatannya kecuali ada donor kornea mata untuknya.
“ Dokter. . “ kataku pelan memanggil seorang dokter yang memeriksa Hyesun
“ Ne, kenapa?? “ dokter itu menghampiri aku.
“ Bisakah aku menjadi pendonor untuk Hyesun?? Aku takkan bertahan lama,, jadi aku tak ingin mati sia-sia. . “ kataku pada dokter
“ Kau yakin dengan keputusanmu?? Kau takkan menyesal?? “ tanyanya lagi.
   Aku hanya menganguk tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Aku telah memantapkan hatiku untuk melakukan semua ini. Aku yakin bahwa Hyesun telah dikirim tuhan untuk Key,jadi dia yang lebih pantas hidup daripada aku.
   Aku tahu, Key ada di masa tersulitnya. Dia harus memilih aku atau Hyesun yang selamat. Aku berusaha meyakinkan dia bahwa pilihanku tepat.
“ Hey,, yeoja pabo !! apa sih yang kamu lakukan??  Kau membahayakan dirimu sendiri !! “ key membentakku.
“ Key, harapanku untuk hidup itu tinggal sedikit, jadi aku tak ingin mati sia-sia !! “ kataku sambil menangis.
   Key memeluk aku erat sekali, rasanya aku tak ingin melepas pelukannya. Aku tahu, ini menjadi pelukan terakhir dari Key karena sebentar lagi aku takkan ada lagi.
~ Saat operasi ~
   Aku dan Hyesun saling bertatapan. Hyesun mengucapkan banyak terima kasih padaku karena aku mau mendonorkan mataku untuknya. Hyesun terlihat sangat gundah di detik-detik menjelang operasi.
   Setelah 3 jam ada di ruang operasi, akupun dinyatakan meninggal. Dan Key pun terlihat sangat terpukul menerima keyataan ini. Tubuhku yang kaku telah ditutup dengan kain putih menandakan aku benar telah pergi dari dunia ini.
“ Jiah . . . . !! “ Key meratapi kematianku dengan penuh air mata.
“ Terima kasih ya Jiah, aku takkan melupakanmu seumur hidupku “ Hyesun juga terlihat sedih, walaupun matanya masih ditutup tapi raut mukanya terlihat benar-benar sedih.
~ Saat upacara pemakamanku ~
   Tak banyak orang hadir di upacara pemakamanku, hanya keluarga dan teman-teman dekat saja. Key dan Hyesun datang saat semua orang meninggalkan pemakaman. Hyesun duduk di kursi roda sambil di dorong oleh Key yang membaya seikat mawar merah.
   Mereka berdo’a cukup lama di hadapan makamku, sesekali Key menyeka air mata yang keluar dari matanya. Sedangkan Hyesun sangat khusyuk berdo’a untukku.
“ Key, tahukah kaubahwa Jiah mencintaimu?? “ tanya Hyesun pada Key
“ Mwo?? Jiah mencintaiku?? “ tanyanya balik.
“ Ne,, dia sangat mencintaimu . . bahkan mengalahkan cintaku padamu !! aku memberitahumu agar kau tahu dan bisa rasakan cintanya di hatimu !! “ kata Hyesun.
   Key tak mengucapkan sepatah kata pun. Tapi, di hatinya jelas sangat kecewa karena baru mengetahui aku mencintainya saat aku telah tiada. Kini, yang bisa dia lakukan hanya menjaga Hyesun dan mataku yang menggantikan mata Hyesun.
“ Na ddo saranghae, Jiah . . . “ ucap Key dalam hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar