Kamis, 27 Desember 2012

FF wedding dress


“saengil chukkae hamnida” kata seorang pria sambil membawa kue dengan 27 lilin di atasnya.
                Ya, hari ini adalah ulang tahunku yg menginjak usia 27 tahun. Dan pria yg membawakan kue untukku adalah namja chinguku yg berusia 2 tahun lebih tua dariku. Dia bernama lee taemin, pebisnis muda yg mempunyai kolega banyak dari dalam maupun luar korea.
                Aku adalah seorang designer dan juga dosen di sebuah sekolah mode nomor 1 di korea selatan. Umurku yg bisa di bilang cukup matang tak pernah aku hiraukan, aku masih mengejar cita-citaku sebagai master di bidang design. Tanganku yg handal ini telah menghasilkan puluhan baju pengantin, namun sayang aku belum pernah mempunyai baju pengantin untukku sendiri.
                Hubunganku dengan taemin pun sudah menginjak tahun ke 4, cukup lama... namun aku masih belum terpikirkan untuk menikah dengannya saat ini. Walaupun dia berulang kali memintaku untuk menikah dengannya, aku selalu menolaknya dengan alasan belum siap untuk menikah.
“coba tutup matamu...” kata taemin saat akan memberikan kado padaku,
“ah chagiya, kenapa pakai menutup mata? Aku jadi penasaran” kataku.
“sudah, tutup mata... 1,2,3 buka matamu” katanya
                Perlahan aku membuka mata, ku lihat sebuah cincin bertahtakan berlian ada di depan mataku sekarang...
“cincin ini maksudnya apa?” tanyaku
“aku ingin melamarmu, chagiya !! tak bisa aku tahan lagi, aku ingin memilikimu seutuhnya” katanya
“tapi aku...” belum selesai kataku, taemin sudah memotong perkataanku
“belum siap? Masih mengejar karir? Atau sudah tak cinta lagi?” tanyanya beruntun
“ah chagiya kenapa bilang seperti itu? Aku tak begitu kok” kataku
“lalu kau mau tunggu apa lagi? Mau menunggumu sampai tua?” tanyanya lagi
“ah tidak, tapi aku memang masih ingin berkarir chagiya” jawabku
“setelah menikah denganku, aku akan membuatkanmu sebuah butik milikmu sendiri !! aku masih mengizinkan kau untuk berkarir chagiya” katanya
                Aku tak membalas, hanya mengangguk...
“hanya mengangguk?? Maksudnya apa??” tanya taemin
“beri aku waktu dulu untuk berfikir, oppa” kataku lalu meninggalkan taemin.
                Hari demi hari pun berlalu hingga tiba seminggu ,, hari ini waktunya aku untuk menjawab lamaran taemin...
“aku siap... untuk menjawabnya” kataku saat bertemu taemin di cafe
“aku juga siap, untuk mendengarnya” katanya
“aku tidak bisa taemin, ini belum waktunya... aku minta maaf” kataku
“aku sudah menduganya..” katanya
“maaf, kau boleh cari cari yeoja lain jika kau mau.. mungkin memang bukan aku pengantinmu.. “ kataku sambil memberikan cincin berlian itu lalu pergi meninggalkan taemin di cafe.
                Bulan demi bulan berganti tahun, sudah setahun lebih semenjak kejadian aku menolak lamaran taemin. Semenjak itu pula karirku juga semakin bagus, aku kini telah memiliki butik baju pengantin di pusat kota seoul.
                Hari itu, di pertengahan musim panas.. seorang wanita muda dan cantik bernama chae yeon memasuki butikku dan berniat memesan baju pengantin untuknya dan calon suaminya.
“aku ingin baju pengantinku serba putih, jangan terlalu terbuka, jangan banyak manik dan motif !!” katanya
“itu bisa diatur, kira-kira 1 bulan aku bisa mengerjakannya” kataku
“it’s okay, aku akan menikah di musim dingin.. kira-kira kapan aku bisa diukur? Aku akan memberitahu calon suamiku” katanya
“besok siang datanglah lagi, aku akan menghubungi rekanku yg biasa mengukur badan calon pengantin” jawabku
“oke, besok aku akan kemari lagi dengan calon suamiku” katanya lalu meninggalkan ruangan kerjaku
                Keesokan harinya...
“annyeongha...” sebelum aku selesai menyelesaikan kalimatku, aku terkejut melihat chae yeon masuk bersama seseorang.
“miss yoon ra, perkenalkan ini calon suamiku lee taemin” kata chae yeon
“oh iya..” kataku sambil menjabat tangan taemin dan pura-pura tidak mengenalnya
                Tak kusangka, aku harus membuatkan gaun pengantin untuk mantan pacar yg dulu mengajak aku menikah. Ini kenyataan yang harus aku terima !! oh my Lord, kepalaku terasa pusing sekarang...
“okay, aku sudah membuat sketsa untuk baju pengantin kalian.. aku membuat 2 sketsa, pilih saja mana yg kalian suka” kataku
“aku suka yg ini, sayang !!” kata chae yeon saat menunjukkan sketsa pada taemin
“ya sudah ambil yg itu saja” kata taemin
                Ku lihat sorot matanya menatapku tajam, namun aku hanya bisa tertunduk karena aku takut nanti aku tak kuasa menahan perasaanku. Jujur, dalam hatiku aku masih memiliki rasa cinta untuknya.
“ini berapa harganya?” tanya chae yeon                                               
“untuk sepasang, aku beri harga untuk kau 30 ribu won saja !!” kataku
“baiklah, “ kata chae yeon lalu pergi meninggalkan tokoku
                Setelah mereka pergi, tanpa terasa aku meneteskan air mata. Apakah aku tak rela melihat taemin menikah dengan yg lain? Apakah aku masih sangat mencintainya??
                Sebulan berlalu, hari ini aku akan bertemu taemin dan chae yeon lagi untuk fitting busana pengantin yg mereka pesan beberapa bulan yg lalu.
“kau cantik sekali, chae yeon” kataku saat melihat chae yeon fitting gaunnya
“terima kasih” katanya sambil tersenyum
                Ku lihat taemin tak mengatakan apapun saat melihat chae yeon, dia hanya terus menatapku dengan tatapannya yg tajam.
                *di hari bahagia taemin dan chae yeon*
“apakah aku harus berangkat hari ini?? Apakah aku harus menyaksikan mantan pacarku menikah??” tanyaku dalam hati
                Demi menghormati chae yeon, aku pun berangkat dengan menggunakan gaun berenda mini berwarna gold serta sepatu yg berwarna senada. Aku berangkat pagi sekali untuk menyaksikan pemberkata pernikahan mereka.
                Ku lihat taemin berdiri di depan altar, dan chae yeon di gandeng oleh appanya. Aku menangis, bukan karena terharu.. tapi karena aku belum rela melepas taemin.
“nona song chae yeon, apa kau bersedia menerima lee taemin sebagai suamimu?” tanya pendeta di depan altar
“aku bersedia...” kata chae yeon
“dan tuan lee taemin, apakah anda menerima song chae yeon sebagai istrimu” tanya pendeta
                Taemin terdiam, dan hatiku semakin bergetar menunggu jawaban dari taemin ... jika dia menjawab iya, maka selesailah semua dan hatiku hancur..
“aku tidak bisa” kata taemin
“oppa.... !!” teriak chae yeon
“maaf chae yeon, aku tak pernah mencintaimu.. kau saja yg terlalu memaksa aku untuk menikah, tanpa pernah menanyakan apa aku bersedia menikahimu” kata taemin lalu meninggalkan altar
                Ku lihat taemin menghampiri kursi tempat dimana aku duduk saat ini.. dia menarik tanganku dan mengajak aku berlari bersamanya. Dalam hati aku tersenyum, ternyata bukan hanya aku saja yg masih menyimpan cinta.. ternyata dia juga...
                Satu tahun kemudian...
“uuuhhh sayang,, jangan menangis ya? Umma disini selalu menjagamu” kataku sambil menggendong putri kecilku yg sedang menangis
                Ku lihat sepasang mata sedang mengawasiku sambil  tersenyum dari kejauhan... dia datang dan menghampiri kami berdua...
“sudah sini biar aku yg menggendong cherry “ katanya
“taemin, suamiku... aku mencintaimu, aku sadar bahwa kini aku bahagia sekali karena memilikimu dan juga memiliki cherry” kataku
“ssttttt” kata taemin sambil menutup mulutku dan mengisyaratkan bahwa kini cherry tertidur dalam gendongannya
                Seminggu semenjak kejadian batalnya pernikahan taemin dan chae yeon, aku pun menikah dengan taemin secara sederhana saja di pulau jeju tanpa banyak persiapan. Namun aku sadar, bahwa inilah kebahagiaanku yg sesungguhnya. Dan sebulan yg lalu, cherry hadir untuk melengkapi kebahagiaan kami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar