“saengil chukkae hamnida” kata seorang pria sambil membawa
kue dengan 27 lilin di atasnya.
Ya,
hari ini adalah ulang tahunku yg menginjak usia 27 tahun. Dan pria yg
membawakan kue untukku adalah namja chinguku yg berusia 2 tahun lebih tua
dariku. Dia bernama lee taemin, pebisnis muda yg mempunyai kolega banyak dari
dalam maupun luar korea.
Aku
adalah seorang designer dan juga dosen di sebuah sekolah mode nomor 1 di korea
selatan. Umurku yg bisa di bilang cukup matang tak pernah aku hiraukan, aku
masih mengejar cita-citaku sebagai master di bidang design. Tanganku yg handal
ini telah menghasilkan puluhan baju pengantin, namun sayang aku belum pernah
mempunyai baju pengantin untukku sendiri.
Hubunganku
dengan taemin pun sudah menginjak tahun ke 4, cukup lama... namun aku masih
belum terpikirkan untuk menikah dengannya saat ini. Walaupun dia berulang kali
memintaku untuk menikah dengannya, aku selalu menolaknya dengan alasan belum
siap untuk menikah.
“coba tutup matamu...” kata taemin saat akan memberikan kado
padaku,
“ah chagiya, kenapa pakai menutup mata? Aku jadi penasaran”
kataku.
“sudah, tutup mata... 1,2,3 buka matamu” katanya
Perlahan
aku membuka mata, ku lihat sebuah cincin bertahtakan berlian ada di depan
mataku sekarang...
“cincin ini maksudnya apa?” tanyaku
“aku ingin melamarmu, chagiya !! tak bisa aku tahan lagi,
aku ingin memilikimu seutuhnya” katanya
“tapi aku...” belum selesai kataku, taemin sudah memotong
perkataanku
“belum siap? Masih mengejar karir? Atau sudah tak cinta
lagi?” tanyanya beruntun
“ah chagiya kenapa bilang seperti itu? Aku tak begitu kok”
kataku
“lalu kau mau tunggu apa lagi? Mau menunggumu sampai tua?”
tanyanya lagi
“ah tidak, tapi aku memang masih ingin berkarir chagiya”
jawabku
“setelah menikah denganku, aku akan membuatkanmu sebuah
butik milikmu sendiri !! aku masih mengizinkan kau untuk berkarir chagiya”
katanya
Aku tak
membalas, hanya mengangguk...
“hanya mengangguk?? Maksudnya apa??” tanya taemin
“beri aku waktu dulu untuk berfikir, oppa” kataku lalu
meninggalkan taemin.
Hari
demi hari pun berlalu hingga tiba seminggu ,, hari ini waktunya aku untuk
menjawab lamaran taemin...
“aku siap... untuk menjawabnya” kataku saat bertemu taemin
di cafe
“aku juga siap, untuk mendengarnya” katanya
“aku tidak bisa taemin, ini belum waktunya... aku minta
maaf” kataku
“aku sudah menduganya..” katanya
“maaf, kau boleh cari cari yeoja lain jika kau mau.. mungkin
memang bukan aku pengantinmu.. “ kataku sambil memberikan cincin berlian itu
lalu pergi meninggalkan taemin di cafe.
Bulan
demi bulan berganti tahun, sudah setahun lebih semenjak kejadian aku menolak
lamaran taemin. Semenjak itu pula karirku juga semakin bagus, aku kini telah
memiliki butik baju pengantin di pusat kota seoul.
Hari
itu, di pertengahan musim panas.. seorang wanita muda dan cantik bernama chae
yeon memasuki butikku dan berniat memesan baju pengantin untuknya dan calon
suaminya.
“aku ingin baju pengantinku serba putih, jangan terlalu
terbuka, jangan banyak manik dan motif !!” katanya
“itu bisa diatur, kira-kira 1 bulan aku bisa mengerjakannya”
kataku
“it’s okay, aku akan menikah di musim dingin.. kira-kira
kapan aku bisa diukur? Aku akan memberitahu calon suamiku” katanya
“besok siang datanglah lagi, aku akan menghubungi rekanku yg
biasa mengukur badan calon pengantin” jawabku
“oke, besok aku akan kemari lagi dengan calon suamiku”
katanya lalu meninggalkan ruangan kerjaku
Keesokan
harinya...
“annyeongha...” sebelum aku selesai menyelesaikan kalimatku,
aku terkejut melihat chae yeon masuk bersama seseorang.
“miss yoon ra, perkenalkan ini calon suamiku lee taemin”
kata chae yeon
“oh iya..” kataku sambil menjabat tangan taemin dan
pura-pura tidak mengenalnya
Tak kusangka,
aku harus membuatkan gaun pengantin untuk mantan pacar yg dulu mengajak aku
menikah. Ini kenyataan yang harus aku terima !! oh my Lord, kepalaku terasa
pusing sekarang...
“okay, aku sudah membuat sketsa untuk baju pengantin
kalian.. aku membuat 2 sketsa, pilih saja mana yg kalian suka” kataku
“aku suka yg ini, sayang !!” kata chae yeon saat menunjukkan
sketsa pada taemin
“ya sudah ambil yg itu saja” kata taemin
Ku lihat
sorot matanya menatapku tajam, namun aku hanya bisa tertunduk karena aku takut
nanti aku tak kuasa menahan perasaanku. Jujur, dalam hatiku aku masih memiliki
rasa cinta untuknya.
“ini berapa harganya?” tanya chae
yeon
“untuk sepasang, aku beri harga untuk kau 30 ribu won saja
!!” kataku
“baiklah, “ kata chae yeon lalu pergi meninggalkan tokoku
Setelah
mereka pergi, tanpa terasa aku meneteskan air mata. Apakah aku tak rela melihat
taemin menikah dengan yg lain? Apakah aku masih sangat mencintainya??
Sebulan
berlalu, hari ini aku akan bertemu taemin dan chae yeon lagi untuk fitting busana
pengantin yg mereka pesan beberapa bulan yg lalu.
“kau cantik sekali, chae yeon” kataku saat melihat chae yeon
fitting gaunnya
“terima kasih” katanya sambil tersenyum
Ku lihat
taemin tak mengatakan apapun saat melihat chae yeon, dia hanya terus menatapku
dengan tatapannya yg tajam.
*di
hari bahagia taemin dan chae yeon*
“apakah aku harus berangkat hari ini?? Apakah aku harus
menyaksikan mantan pacarku menikah??” tanyaku dalam hati
Demi menghormati
chae yeon, aku pun berangkat dengan menggunakan gaun berenda mini berwarna gold
serta sepatu yg berwarna senada. Aku berangkat pagi sekali untuk menyaksikan
pemberkata pernikahan mereka.
Ku lihat
taemin berdiri di depan altar, dan chae yeon di gandeng oleh appanya. Aku menangis,
bukan karena terharu.. tapi karena aku belum rela melepas taemin.
“nona song chae yeon, apa kau bersedia menerima lee taemin
sebagai suamimu?” tanya pendeta di depan altar
“aku bersedia...” kata chae yeon
“dan tuan lee taemin, apakah anda menerima song chae yeon
sebagai istrimu” tanya pendeta
Taemin terdiam,
dan hatiku semakin bergetar menunggu jawaban dari taemin ... jika dia menjawab
iya, maka selesailah semua dan hatiku hancur..
“aku tidak bisa” kata taemin
“oppa.... !!” teriak chae yeon
“maaf chae yeon, aku tak pernah mencintaimu.. kau saja yg
terlalu memaksa aku untuk menikah, tanpa pernah menanyakan apa aku bersedia
menikahimu” kata taemin lalu meninggalkan altar
Ku lihat
taemin menghampiri kursi tempat dimana aku duduk saat ini.. dia menarik
tanganku dan mengajak aku berlari bersamanya. Dalam hati aku tersenyum,
ternyata bukan hanya aku saja yg masih menyimpan cinta.. ternyata dia juga...
Satu tahun
kemudian...
“uuuhhh sayang,, jangan menangis ya? Umma disini selalu
menjagamu” kataku sambil menggendong putri kecilku yg sedang menangis
Ku lihat
sepasang mata sedang mengawasiku sambil
tersenyum dari kejauhan... dia datang dan menghampiri kami berdua...
“sudah sini biar aku yg menggendong cherry “ katanya
“taemin, suamiku... aku mencintaimu, aku sadar bahwa kini
aku bahagia sekali karena memilikimu dan juga memiliki cherry” kataku
“ssttttt” kata taemin sambil menutup mulutku dan mengisyaratkan
bahwa kini cherry tertidur dalam gendongannya
Seminggu
semenjak kejadian batalnya pernikahan taemin dan chae yeon, aku pun menikah
dengan taemin secara sederhana saja di pulau jeju tanpa banyak persiapan. Namun
aku sadar, bahwa inilah kebahagiaanku yg sesungguhnya. Dan sebulan yg lalu,
cherry hadir untuk melengkapi kebahagiaan kami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar