Kamis, 20 Desember 2012

ff love cake


Aku tidak pernah ingin seperti ini, gagal menikah bukanlah impianku. Saat semua telah di persiapkan, dia meninggalkanku. Entah apa alasannya, aku tak tahu. Yang pasti, dia membuat hatiku sakit sekali.
“ mau sampai kapan kau duduk disini dan terus menangis?” kata hara eonni .
“aku belum siap, eon. Gagal menikah membuatku malu dengan dunia ini !” jawabku.
“tapi hidupmu harus terus berlanjut, semua masih akan berputar !! kau pasti akan mendapatkan seseorang yang lebih baik darinya...” kata hara eonni.
“i wish, eonni !!” jawabku pelan.
                Ku ambil baju hangatku, dan berjalan menyusuri kota paris yang dingin ini untuk menghangatkan suasana hatiku yang sedang tidak menentu ini. Dan juga aku masih berharap bisa bertemu dengannya, seseorang yang telah meninggalkanku begitu saja.
                Namanya Choi Minho, pria yang sama-sama berasal dari korea ini adalah pewaris tunggal  perusahaan keluarga choi, Perusahaan yang bisa di perhitungkan keberadaannya di perancis. Dia adalah pria yang sangat tampan, kaya, dan juga berpendidikan. Siapapun, akan jatuh cinta padanya.
                Ku pejamkan mataku, mengingat semua yang telah aku lalui bersamanya terasa sangat indah di ingatkanku. Disini, di depan menara eifell inilah pertama kali aku bertemu dengannya di malam tahun baru. Saat itu dia sedang tersesat, dan aku membantunya untuk menemukan jalan pulang ke rumahnya.
“permisi nona, mau coffee? Ku lihat hidungmu memerah karena kedinginan” kata seorang pria sambil tersenyum manis di depanku.
“tentu, terima kasih !! berapa harganya??” tanyaku
“oh tidak,, aku bukan penjual coffee ! aku hanya memberikannya padamu !” katanya
“oh kalau begitu terima kasih,, namaku julie kim !!” kataku sambil mengulurkan tangan padanya.
“kau orang korea?? Namaku kim kibum, tapi kau bisa memanggilku Key !!” katanya
“ kau juga orang korea?? Wah aku bertemu dengan satu lagi orang korea disini”  kataku sambil tersenyum padanya.
“ya, kau sudah lama tinggal disini? Aku sudah 2 tahun tinggal disini untuk bekerja” jelasnya padaku.
“aku sudah 10 tahun disini, sejak apppaku pindah tugas. Dan sekarang aku juga bekerja disini” kataku padanya.
                 Kami akhirnya berbicara sambil berjalan, hingga kami berhenti di depan sebuah toko roti di pusat kota paris. Itu adalah toko roti milik key, dia bilang padaku bahwa aku bisa mencarinya kapanpun di toko itu.
“baiklah, aku pulang dulu ya key. Nanti kapan-kapan aku akan mampir ke tokomu “ kataku sambil memberi hormat, dan setelah itu pergi meninggalkan key.
                Aku pergi dengan senyuman di bibirku, mengingat belum ada pria yg berbuat semanis itu padaku. Dan kalau dipikir-pikir, dia juga tampan dan sangat manis. Dan aku berharap, bila bersamanya aku akan bisa melupakan choi minho nantinya.
                Keesokan harinya, pagi hari saat aku berdandan di depan cerminku tiba-tiba hara eonni masuk ke kamar sambil tersenyum. Hara eonni adalah kakakku satu-satunya dan sangat dekat denganku, eonni pasti bisa merasakan kalau aku sedang bahagia sekarang.
“adikku yang cantik, sedang bahagia ya? Perasaan baru kemarin kau menangis” goda hara eonni.
“ya bahagia eonni, hey aku tidak menangis kok kemarin!!” candaku pada hara eonni.
“oh ya?? Hey adikku, apa yang bisa membuatmu bahagia seperti ini?? Ceritakan padaku!!” kata eonniku sambil cemberut.
“ada aja,, sudah ah aku mau pergi keluar dulu ya?” kataku sambil mencium pipi eonniku.
                 Hari ini aku berniat mampir ke toko roti milik key, sebenarnya ingin bertemu dengan key juga. Entah mengapa sejak kemarin aku terus saja memikirkan dia. Mungkin aku terkesan dengan sikapnya yang ramah karena sudah lama aku tak bertemu orang  seramah dia.
“annyeonghaseyo” kataku saat memasuki tokonya.
“oh hy julie, sini !!” katanya saat melihatku.
“hy key, aku menyempatkan waktu untuk mampir ke tokomu” kataku sambil tersenyum padanya.
“oh bagus, duduklah disini dan tunggulah sebentar,, aku akan membuatkanmu cake yg spesial untukmu” katanyasambil tersenyum.
“tapi key....” kataku seolah mencegahnya
                Dan dia hanya meletakkan telunjuk di bibir mungilnya, seolah menyuruhku untuk diam saja dan menuruti apa katanya. Hingga akhirnya 30 menit kemudian dia keluar lagi dan membawa kue berwarna pink berbentuk love.
“wah key,, kue ini cantik sekali” pujiku padanya.
“kau suka, julie? Ini khusus aku buatkan hanya untukmu” katanya sambil tersenyum manis sekali.
“aahhh kkkau harusnya tidak usah repot-repot membuatkan ini untukku” kataku sedikit terbata.
“ini karena aku merasa kau adalah orang yg spesial, julie !!” katanya sambil tertunduk malu.
“ah begitu ya?” kataku sambil menunduk juga.
                Sejak saat itu aku dan key jadi semakin dekat, kami sering menghabiskan waktu bersama dan dia pun juga sering membawakanku kue yang enak hasil buatannya sendiri. dan hari ini aku berjanji untuk menemuinya di taman kota, tapi ternyata dia sendiri yang akhirnya telat datang dan itu sedikit membuatku kesal.
“hey julie, maafkan aku telat !!” katanya sambil terengah-engah sehabis berlari.
“ya sudahlah, tapi aku sedikit kesal key !!” jawabku sambil cemberut.
“untukmu ... “ katanya sambil mengeluarkan setangkai mawar merah.
“ah key,, kau manis sekali !!” kataku sambil sedikit tersenyum.
“jika kamu tersenyum, itu membuatku senang sekali julie !!” katanya.
“oh ya? Kenapa bisa begitu key?” tanyaku
“karena aku menyukaimu, julie... maukah kau jadi pacarku?” katanya sambil berlutut
“jangan berlutut,, nanti lututmu sakit !! aku tidak ingin berpacaran, key.. aku pernah mengalami hal buruk tentang itu !!” jelasku padanya.
“kalau boleh aku tahu, kenapa??” tanyanya padaku.
“aku pernah batal menikah key, dan itu membuat hatiku sakit sekali... pria yg aku cintai, meninggalkan aku begitu saja tepat seminggu sebelum pernikahan...” kataku sambil mulai menangis
                Key tiba-tiba memelukku dan mencoba menenangkanku....
“hey, lupakan masa lalumu itu julie... aku takkan berbuat itu padamu, kau bisa percaya kata-kataku!” kata key berusaha meyakinkanku.
“tapi key.... aku...” belum selesai kataku, key sudah memotong kalimatku
“menikahlah denganku, julie !! kau bisa percayakan itu padaku, aku sangat dan akan selalu mencintaimu “ katanya
                Aku hanya mengangguk dan segera memeluk key sangat erat. Sekarang aku sadar bahwa aku sekarang mencintainya dan tak ingin gagal lagi untuk bersanding dengan orang yang aku cintai.
                Kami sepakat, sebulan lagi kami akan menikah dan sekarang aku sedang menemui designer yang akan membuatkan baju pengantinku. Dan saat aku keluar dari situ, aku bertemu dengan seseorang yg tak ingin aku temui lagi.
“kau kim julie??”  sapa choi minho padaku.
“untuk apa kau muncul lagi di hadapanku?? Aku tidak pernah ingin melihatmu lagi, pergi kau dari hadapanku !!” kataku sambil berlari menghindarinya.
“julie...  julie... julie.....” dia memanggil namaku dan mengejarku juga.
                Aku terus berlari tanpa menghiraukan lagi minho memanggil namaku, aku tidak perduli lagi padanya. Hingga akhirnya aku berhenti di tengah jalan karena aku sudah tak kuat lagi berlari.
“akhirnya kau berhenti juga” katanya
“mau apa lagi kau? Kita sudah berakhir, minho... aku tak mau mengingat saat kau meninggalkan aku... itu sangat menyakitkanku !!” kataku padanya.
“maafkan aku julie, aku menyesal... aku ingin kembali padamu !!” katanya
“semudah itu? Maaf, aku akan menikah bulan depan dengan orang yang aku cintai saat ini... permisi !!” kataku sambil berlalu meninggalkan minho.
                Sebulan kemudian, saat hari bahagiaku bersama key pun tiba.... aku mengenakan gaun berwarna putih hasil rancangan dari designer terkenal di kota paris ini. Di tambah polesan make up yang tipis membuatku terlihat sempurna di hari sempurnaku ini.
“kau cantik sekali, anakku.. kau sudah siap??” tanya appa bersiap mengantarku ke altar pernikahan
“iya appa, julie sangat siap !!” jawabku
                Dan appa menggandeng tanganku sambil berjalan menuju seorang pria di depan altar, key yang sangat aku cintai. Sambil tersenyum kepadaku, pria itu membuka tangannya, dan aku pun menerimanya tanpa segan.
“kau cantik sekali, sayangku” katanya padaku
                Aku hanya tersenyum mendengar dia memujiku seperti itu, di hatiku selalu berdoa bahwa memang dia pria terbaik yang tuhan kirim untukku. Dan sekarang aku mulai bisa bersyukur bila minho meninggalkanku dan kini aku mendapat pria yg jauh lebih baik darinya.
                Upacara pernikahan kami berlangsung lancar, dan kini pria di sampingku ini telah menjadi suamiku. Dia memelukku erat, dan aku mulai berbisik padanya....
“key sayangku, aku mencintaimu”
                Dan ku lihat senyum manis tersungging di bibir imutnya....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar