Kamis, 20 Desember 2012

ff saranghaeyo yeongwonhi


“ Jonghyun oppa, aku rasa kita sudah tidak cocok !! “ kataku pada jonghyun
“ Tapi,,, kenapa tae?? “ tanyanya padaku.
“ Pokoknya aku ingin kita putus !! ” kataku sambil berlalu meninggalkan jonghyun.
   Sebenarnya, aku sangat mencintai jonghyun. 2 tahun bersamanya membuatku terbiasa bersamanya. Tapi, ada sesuatu yang memaksaku harus meninggalkan dia karena aku tak ingin dia kecewa. Meskipun berat, tapi aku katakan juga padanya bahwa aku ingin putus.
   Setelah aku menemui Jonghyun, aku pergi menemui Taemin di rumahnya. Aku mencurahkan seluruh isi hatiku padanya. Taemin adalah sahabat Jonghyun, dan juga sahabatku. Dia adlah teman yang sangat cocok untuk di ajak sharing, sehingga aku sering curhat dengannya.
“ Taemin, aku sudah mengatakan padanya !! “ kataku sambil menangis di bahu taemin.
“ Kau sudah lakukan yang terbaik !! apa kau memberi tahu dia apa alasan kau memutuskannya?? “ tanya Taemin.
“ Tidak !! dia tidak perlu tahu, dan jangan beri tahu dia, yaa !! “ pintaku pada Taemin.
   Sebelum taemin sempat berbicara lagi, tiba-tiba Jonghyun masuk ke dalam rumah taemin dan melihatku dan Taemin. Dia marah besar pada kami, dia mengira bahwa Taemin adalah penyebab hancurnya hubungan kami.
“ Kau . . . !! ternyata kau tega padaku,, kau menghianatiku dengan mengambil pacarku !! “ bentak Jonghyun.
“ Tapi,, tapi hyung bukan begitu !! “ sanggah Taemin.
   Tapi belum sempat Taemin menyelesaikan kalimatnya, Jonghyun sudah memukul Taemin hingga dia terjatuh. Ku lihat darah keluar dari bibir Taemin. Aku berusaha menghentikan serangan Jonghyun.
“ Stop !!! aku bilang stop !! jangan pukul di lagi !! “  kataku sambil memegang tangan Jonghyun.
“ aah shit !! “ kata Jonghyun dan akhirnya dia menghentikan serangannya.
   Aku menangis seperginya Jonghyun dari rumah Taemin. Aku tak pernah melihat Jonghyun semarah itu pada siapapun, mungkin karena dia terlalu mencintai aku jadi dia bisa sangat marah seperti ini.
“ Taemin maafkan aku, yaa?? Gara-gara aku, kau dipukul Jonghyun. “ kataku sambil membersihkan luka Taemin.
“ Tidak apa-apa, Taeyon !! apa perlu aku bantu sekalian?? “ tanya Taemin
“ Bantu apa??? “ tanyaku balik
“ Bantu membuat Jonghyun membencimu !! kau ingin dia membencimu, bukan?? “ tanyanya lagi.
“ iya sih,, tapi bagaimana caranya?? “ tanyaku lagi.
“ Bagaimana kalau aku berpura-pura jadi pacarmu?? Itu akan sangat membuat dia marah sekali !! “ kata taemin
“ Kau yakin?? Aku terserah kau saja !! “ jawabku
“ sangat yakin !! semuanya kita mulai besok ya?? Ku dengar besok dia ada di cafe milik Minho !! “ katanya.
“ Baiklah . . . “ kataku.
   Sementara itu, Jonghyun sedang berada di rumah Onew. Dia meluapkan semua perasaannya pada Onew disana. Dia terlihat sangat terpukul menerima ini semua.
“ Apa maksudnya dia?? Dia tahu kalau aku sangat mencintainya, hyung !! aku tak pernah sekalipun berbuat kasar padanya,, aku selalu menyayanginya !! “ kata Jonghyun.
“ Hey,, kau perlu tahu bahwa tak semua masalah dapat dibicarakan !! mungkin dia ada masalah pribadi !! “ kata Onew menasihati Jonghyun.
   Keesokan harinya, seperti yang di katakan Taemin bahwa Jonghyun ada di cafe Minho.  Saat dia menatapku, Taemin sedang merangkulku. Ku lihat raut mukanya berubah menjadi merah karena menahan amarahnya. Hingga akhirnya dia menghampiri kami.
“ Maksud kalian apa?? Pamer kemesraan di depanku?? “ Jonghyun menghampiri meja kami.
   Kami tak membalas ucapan Jonghyun, dan kami hanya tertawa saja. Hingga akhirnya dia sendiri yang pergi dari meja kami.
   Aku pulang ke rumah, dan menangis di kamar. Aku tak tega menyakiti orang yang sangat aku cintai. Jujur, ini juga menyakiti diriku sendiri, menyakiti perasaanku. Tapi, ini harus aku lakukan demi kebahagiaannya.
   Kondisiku semakin  memburuk. Rambutku mulai rontok saat ku sisir, inilah efek penyakit kangker setelah aku menjalani kemotherapy. Dan karena alasan kesehatanku inilah, aku memutuskan Jonghhyun. Karena tak lama lagi aku akan pergi ke Amerika untuk berobat, dan mungkin aku takkan pernah kembali lagi ke korea. 
   Jonghyun tak pernah tahu penyakitku ini. Dan aku tak mau dia tahu, karena aku takut dia nanti sangat menghawatirkan aku. Lagipula, aku tak mau di kasihani karena aku rasa aku masih mampu bertahan.
   Sudah ku putuskan, 3 hari lagi aku berangkat ke Amerika. Ku temui Onew, Minho, dan Key untuk mengucapkan selamat tinggal.
“ oppa, aku akan ke Amerika 3 hari lagi !! aku mohon do’anya untuk kesembuhanku !! “ kataku pada mereka.
“ Secepat inikah?? Ooh Taeyeon aku selalu mendo’akanmu !! “ kata Minho.
“ Lalu kapan kau kembali kemari?? “ tanya Onew.
“Aku takkan kembali. Aku akan menghabiskan sisa hidupku disana bersama appaku !! karena dokter telah memprediksi hidupku tinggal 2 bulan lagi, jadi aku ingin disana saja agar tak menjadi beban untuk siapapun !! “ jawabku.
“ Lantas Jonghyun bagaimana?? Apa tak ingin memberitahu dia?? “ tanya Key.
“ Tidak,, aku ingin pergi tanpa meninggalkan kesan untuknya !! “ kataku lalu aku berpamitan pada mereka.
   Aku menemui Taemin di seoul tower. Aku membawa 2 cincin milikku dan Jonghyun itu untuk ku serahkan pada taemin. Aku memintanya untuk memberikan itu pada Jonghyun.
“ Taem,, titip ini yaa?? Ini milik Jonghyun !! sedangkan punyaku akan selalu aku pakai di jariku . “ kataku pada Taemin sambil memberikan cincin itu.
“ Akan aku berikan padanya segera !! “ kata Taemin sambil memelukku.
“ Terima kasih yaa, sudah menjadi sahabat terbaik di hidupku !! “ bisikku padanya.
   Ku dengar Taemin menangis,,,
“ Taeyeon kau adalah gadis paling baik yang pernah aku kenal !! “ katanya padaku.
   3 Hari berlalu,, hari ini adalah hari kepergianku ke Amerika. Onew, Key, Minho, dan Taemin mengantarku ke bandara. Tak ada Jonghyun disana,, aku lega tapi sedikit kecewa. Akhirnya, Key yang kasihan pada Jonghyun pun menelpon Jonghyun.
“ annyeonghaseyo . . “ Jonghyun mengangkat  telpon Key.
“ Cepat ke Incheon, kalau kau tak ingin menyesal seumur hidupmu !! “ kata key kemudian menutup telponnya.
   Jonghyun segera mencari taxi untuk pergi ke bandara. Pikirannya sangat kacau saat itu, dia menebak-nebak apa yang terjadi disana.
   30 menit berlalu, aku memeluk mereka semua sebagai tanda perpisahan. Dan, masih belum ku lihat Jonghyun datang. Dengan sangat terpaksa aku pun pergi juga ke pesawat.
“ Selamat tinggal semuanya . . . “ kataku sambil melangkah pergi.
   Jonghyun berlari sekuat tenaga sesampainya dia sampai di incheon. Dan akhirnya dia hanya memperoleh kekecewaan saat dia tahu kalau aku sudah pergi ke Amerika.
“ Taeyeon-aaah !!! “ teriaknya saat melihat pesawat yang aku naiki lepas landas.
   Taemin memeluk Jonghyun, namun Jonghyun menghempaskan pelukan Taemin. Dan akhirnya Taemin pun menarik tangan Jonghyun, dan diberikannya cincin dariku itu.
“ Ini??? Ini cincinku yang ada di Taeyeon, kan??? “ tanyanya.
“ iya, dia menyuruhku untuk menyerahkan padamu !! sebenarnya, dia tak pernah ada hubungan apa-apa denganku !! dia hanya mencintaimu !! karena saking cintanya padamu, dia tak mau kau tahu tentang penyakitnya !! dia ingin kau membencinya, agar kau tak berat melepaskannya !! “ jawab Taemin
“  mengapa kau tak pernah bilang padaku??  Kenapa baru bilang sekarang?? “ tanyanya lagi.
“ Taeyeon tak pernah mengizinkan aku mengatakannya padamu !! “ jawab Taemin.
   Sementara mereka mengobrol,, aku kembali lagi karena ternyata tiketku berangkat besok. Dan ku lihat Jonghyun begitu terpukul .
“ Jonghyun oppa !! “ kataku memanggil Jonghyun.
   Jonghyun menengok ke arahku,, dan segera di berlari dan memelukku erat-erat.
“ Taeyeon,, aku mencintaimu !! tak pernah ada pikiran tuk meninggalkanmu,, bahkan melupakanmu sedetikpun aku gak mampu !! “ bisiknya padaku.
   Jonghyun berlutut di depanku, ,
“ Taeyeon,, menikahlah sama aku !! tak perduli seberapa lama lagi kau akan hidup, aku akan selalu menamanimu !! aku takkan pernah menyesal mencintaimu “ kata Jonghyun
   Aku tak menjawab,, aku hanya mengangguk dan tersenyum padanya !! Dan dia pun memelukku lebih erat lagi setelah dia tahu aku bersedia menikah dengannya.
“ Saranghaeyo yeongwonhi . . . “ bisikku di telinga Jonghyun
“ Saranghaeyo yeongwonhi . . . “ balasnya.
“ Tuhan,, biarkan aku disisinya dan tetap hidup lebih lama. . . karena aku mecintainya dan tak ingin berpisah dengannya. . . Tuhan,, kabulkan do’aku . . . “ ucapku dalam hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar