Aku pernah punya masa lalu yg indah, dengan seseorang yg
indah juga pastinya. Seorang gadis yg menemaniku selama beberapa tahun ini
sangat berkesan di hidupku. Namun sayang, hidupnya tak panjang, tak seperti
janjinya yg mengatakan bahwa dia akan selalu menemaniku setiap saat.
“sayangku... kau sedang apa?” tanyaku saat melihatnya
memegang setangkai bunga
“hanya memandangi bunga ini saja, kenapa bunga ini terlihat
begitu cantik ya?” katanya
“kau yakin bunga ini cantik? Tapi bagiku, kau lebih cantik
dari apapun” kataku
“ah oppa mengapa membuatku jadi begitu malu?” katanya sambil
memegangi pipinya
“itu karena, sayangku ini memang sangat cantik...” jawabku
Aku
selalu menghabiskan waktu dengannya, karena kami juga bersekolah di satu tempat
yg sama. Saat itu, dia masih menjadi murid baru di kelas 1 SMA dan sedangkan
aku adalah murid kelas 2 SMA. Dia adalah orang yg membuatku begitu semangat
untuk pergi ke sekolah.
Suatu
hari, dia bertingkah begitu manja padaku. Dia tidur di pangkuanku, sambil
memainkan jari-jariku seperti biasanya. Dia menceritakan banyak cerita padaku,
menceritakan semua mimpinya padaku.
“kau tahu apa yg aku inginkan di dunia ini, jjong oppa?”
tanyanya
“tidak...” jawabku
“aku hanya ingin menjadi manusia baik, hingga nantinya aku
tidak akan masuk neraka saat aku mati.. “ katanya
“kau ini bicara apa? Kenapa masih muda membicarakan itu?”
bentakku padanya
“aku kan hanya bicara... kalau tak suka, ya tak usah
dengar...” katanya lalu meninggalkanku sendirian.
Di sisi
lain, penyakit yg di derita bobo (namanya gadis itu adalah choi sun ah, tp
orang biasa memanggilnya bobo) sudah semakin parah. Namun karena semangatnya yg
kuat, dia tidak pernah terlihat seperti orang sakit.
“kemana saja, bobo ini? Kenapa ponselnya tidak bisa di
hubungi..
Jjong
berusaha menelpon bobo, tp tak ada jawaban karena saat jjong menelpon bobo, dia
sedang ada di ruang ICU rumah sakit.
Orang-orang
tak pernah tahu bila bobo selama ini mengidap penyakit kangker darah, termasuk
jjong. Bobo sendiri tak pernah ingin merepotkan orang lain dengan penyakitnya
itu, dia bilang bahwa selama tubuhnya masih kuat untuk melakukan segalanya
sendiri.. dia tak ingin merepotkan orang lain.
Beberapa
hari kemudian, saat bobo sudah keluar dari rumah sakit dia langsung segera
menemui jjong yg telah cemas menunggu tanpa ada kabar darinya.
“jjong oppa sayang,,,” sapanya dengan muka yg ceria.
“kau kemana saja? Beberapa hari ini kau tak ada kabar.. ini
sudah ke sekian kalinya bobo” kata jonghyun
“maafkan aku, lain kali janji takkan lagi “ katanya
“baiklah-baiklah.. aku benci melihat wajahmu yg memelas
seperti itu..” jawabku
Bobo
langsung memeluk jjong begitu erat sebagai balasan karena beberapa hari tak
memberi kabar padanya. Dan segera memberi jonghyun eskimo kiss seperti biasa..
“bobo pulang... umma...” katanya saat memasuki rumah
Bobo
melihat ummanya sedang menangis,,
“umma kenapa?” tanyanya
“bobo sayang, maafkan umma ya?” jawab umma
“memang ada apa umma?” tanya bobo lagi
“maaf, kata dokter umurmu tinggal 1 bulan lagi sayang...
tubuhmu sudah tidak kuat lagi menahan penyakitmu itu...” kata umma sambil
menangis memeluk bobo.
Seketika
dunia bobo serasa runtuh, dia hanya terdiam dan tanpa terasa air matanya pun
ikut jatuh. Apa yg akan ia katakan pada jonghyun nantinya? Itulah yg menjadi
beban pikirannya saat ini. Dia tidak mau bila kepergiannya akan menjadi beban
untuk jonghyun nantinya.
“tidak apa-apa umma...” jawabnya berusaha tegar
1 bulan
akan dihitung mundur olehnya, hari demi hari terasa begitu berharga. Detik demi
detik bersama jonghyun pun terasa begitu indah..
“aku mencintaimu, jjong... tapi aku minta, pelan-pelan kau
harus melupakan aku” katanya padaku
“tapi kenapa?” tanyaku
“sudahlah, pokoknya kau harus melupakan aku... !!” katanya
“sudah bobo, jangan bicara lagi !!” kata jonghyun sambil
mencium kening kekasihnya itu.
Tidak
terasa sudah 2 minggu terlewati, dan kurang 2 minggu lagi perkiraan sisa
hidupnya. Bobo sudah tidak berani keluar rumah, walau hanya sekedar melihat
jonghyun.
Dan
jonghyun pun juga gelisah bila bobo tak menghubunginya, dia berniat untuk
mendatangi rumahnya sore itu juga.
“permisi ahjumma, aku ingin menemui bobo sebentar saja...
boleh ya?” tanya jonghyun pada ummanya bobo.
“langsung masuk saja ke kamarnya, bobo ada disana...” kata
ummanya bobo
“tapi ahjumma... sebenarnya bobo itu kenapa? Kenapa
kadang-kadang dia lama menghilang?” tanyaku
“jjong, sebenarnya bobo mengidap kangker tulang.. dia tak
ingin memberitahumu tentang penyakitnya itu, dan dia sudah divonis bahwa
hidupnya tak lama lagi..” kata ummanya sambil terisak
Jonghyun
tiba-tiba ikut terisak, mengingat nasib pacarnya yg tak seindah kisah cinta
mereka yg selama ini terjalin. Dia tak bisa membayangkan bagaimana hidupnya
nanti tanpa bobo.
“umma.... umma....” teriak bobo dari kamarnya
“iya sayang, umma kesana” teriak ummanya dan segera
menghampiri bobo. Jonghyun pun mengikuti di belakang umma.
*di kamar bobo*
Muka
bobo sudah terlihat sangat pucat, sepertinya waktunya memang benar-enar tiggal
sediktit lagi. Dia panik, saat melihat jonghyun ada di belakang ummanya.
“jonghyun,, kau mau apa kesini? Mencariku? “ tanya bobo
“sudah, jangan bicara lagi bobo... “ kata jonghyun lalu
memeluk pacarnya itu yg lemah di pangkuannya
“sudah ku bilang, kau harus melupakan aku...” katanya lemah
“kubilang sudah,, jangan bicara lagi !!” kata jonghyun
“aku selalu mencintaimu.....”
Kata-kata
terakhir yg di ucapkan bobo pada jonghyun, dan saat itu juga bobo meninggal di
pelukan kekasih tercintanya itu. Mungkin, meninggal dengan cara seperti itu
juga yg di inginkan bobo karena dengan begitu orang yg terakhir ia lihat dalam
ingatannya hanyalah jonghyun.
Satu
tahun sudah berlalu... hari ini adalah hari peringatan setahun kematian bobo.
Dan jonghyun berniat pergi ke makam bobo dengan membawa bunga mawar putih,
seperti yg biasa ia berikan pada bobo saat gadis itu masih hidup di sisinya.
“hai, selamat bertemu lagi sayang... kau sudah setahun
meninggalkan aku, bagai mana kabarmu disana? Kau pasti menjelma menjadi
bidadari dengan gaun berwarna putih seperti yg selalu kau katakan.. aku masih mencintaimu, masih sangat
mencintaimu bobo.. apa kau tidak rindu
aku? Tidur yg cantik ya bobo,, tunggulah hingga nanti aku ada disana ya..” kata
jonghyun.
Sayang,
tak ada jawaban.. yg ada hanya nisan yg dingin membeku di hadapanya, yg tak
lagi bisa berbicara dan mendengarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar