Kamis, 20 Desember 2012

ff star of my heart


Sudah lama aku menantinya,aku menunggunya,aku mengejarnya.Mengejar cintanya.Aku mencintainya tapi aku juga kesal dengannya,kesal karena tak ada respon darinya.

Aku selalu memberikan tanda cinta,aku mengajaknya bicara ,mengajaknya jalan,menyatakan cinta padanya,tapi dia hanya membalas ajakanku itu dengan senyuman.Meskipun hanya dengan senyuman,namun senyumannya itu telah meruntuhkan hatiku.Ada satu hal lagi yang dia lakukan selain dengan tersenyum.Dia menggenggam tanganku,lembut lalu dia pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Aku memang sudah lama mencintainya sekaligus mengaguminya,namun baru-baru ini aku mencoba untuk mengajaknya jalan tapi respon yang aku dapatkan hanya sebuah senyuman manis.Semenjak itulah aku bertekad ingin menyatakan perasaanku,namun yang aku dapatkan justru senyuman dan genggaman tanganya.

Setelah kejadian itu aku tak lagi mencoba untuk mendekatinya,aku ingin mencoba menormalkan suasana kembali seperti dulu ketika aku belum mengenal jiyeon.Meskipun sebenernya hatiku masih untuk jiyeon.

Aku tak tahu mengapa,semenjak aku mencoba untuk melupakannya,aku tak lagi mendekatinya.Dia tak pernah terlihat lagi dikampus,semenjak itu aku benar-benar sama sekali tak melihatnya.Aku merindukannya,merindukan sosoknya yang yang cuek,kalem,dan dingin terhadapku.Aku merindukannya karena aku masih menyayanginya.
“minho,apa yang buat lo tergila-gila sama jiyeon?”Tanya eunjung teman dekat jiyeon.

Rasa sakit itu yang membuatku untuk tak mengenal lagi yang namanya cinta,aku tak  mau kehilangan untuk yang kedua kalinya ketika rasa saying masih ada dihatiku.
Tias,dia wanita yang dulu amat kucintai.Dulu kami berjanji akan selalu ada disaat senang maupun susah sampai nanti saatnya tiba untuk kami menikah.Tapi suatu ketika,keluarga yuri memustuskan untuk pindah keVenesia,Italia.Dengan berat hati aku terima keputusan keluarga yuri dan aku pun juga harus menerima apa keputusan yuri yang memutuskan hubungan kami.Ketika itu aku masih amat mencintainya,aku sulit menerima ini,aku sulit kehilangannya.Aku mencoba untuk berkomunikasi dengan yuri,tapi tak pernah terbalaskan olehnya.yuri telah melupakan aku.

Semenjak itulah aku tak mau mencari seorang pengganti yuri,dia maasih belum tergantikan dihati.Namun semenjak beberapa bulan memasuki masa kuliah aku melihat sosok jiyeon,sosok yang membuatku penasaran yang bagiku dia sosok yang bisa menggantikan yuri.Lambat laut seiiring berjalannya waktu hati ini rasanya ingin terus bersama jiyeon,aku baru sadar,bahwa aku menyayanginya.
“terus apa yang kamu lakukan untuk menarik hati temanku?”Tanya eunjung lagi.

jiyeon yang aku lihat dia sosok yang pendiam,cuek dan dingin,dia cewek yang aku lihat selalu sendiri,dikesendiriannya itu aku mencoba untuk menghampirinya,menghiburnya,tapi aku tak tahu mengapa jiyeon selalu menghindar dariku dengan pergi begitu saja.Dia amat misterius bagiku.

Aku ingat waktu itu ,aku menghampirinya ,ketika jiyeon sedang duduk temangu sendiri dibanggu taman kampus.
“hy,jiyeon”sapaku sambil tersenyum padanya,dia pun membalas sapaanku dengan senyumannya.Aku lalu duduk disampingnya.Ditempat itu kami tak saling bicara untuk beberapa menit. jiyeon lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.Sebuah mawar putih.Aku aneh apa maksud jiyeon dengan mawar putih itu. jiyeon tiba-tiba memandangku,tersenyum lalu diberikannya mawar putih itu padaku dan dia pergi begitu saja meninggalkanku.
**

Hari-hari selanjutnya,aku senang ketika melihat jiyeon tersenyum gembira saat namanya tercantum sebagai pemenang dalam competinsi fashion.Meskipun aku belum bisa memilikinya,aku hanya bisa melihat orang yang aku sayangi bahagia saja aku sudah senang.

Aku juga senang ketika melihat jiyeon tertawa lepas saat menonton festival komedi dikampus.
“pagi”sapa jiyeon dengan cerianya saat kami perpapasan.Ini pertama kalinya jiyeon mengucapkan kata untukku,sebuah sapaan selamat pagi dan untuk yang pertama kali,dia menyapaku duluan.
“ini”katanya lagi dengan suaranya yang renyah,dia menyodorkan selembar kertas padaku lalu dia pergi.

FESTIVAL GITAR…malam ini jam 19:00.Ditaman bunga warna.
Dibelakang tulisan itu,terdapat tulisan yang menyatakan bahwa jiyeon mengundangku untuk dating kefestival gitas jam 19:00.
Malam harinya aku telah siap untuk datang kefestival gitar.Aku tak percaya ini jiyeon mengundangku ke acara festival gitar,aku benar-benar tak percaya.
Sampai ditempat acara,disana orang-orang disambut dengan alunan suara gitar klasik dan juga pemandangan dari pernak-pernik dari gitar.Ditempat itu panggung kecil namun elegan telah disiapkan dengan kursi-kursi kecil yang telah tersusun rapi didepannya.

Mataku terus mencari-cari sosok yang mengundangku kemari,aku tak melihat-lihat sosoknya sedari tadi saat aku tiba.Aku terus sibuk mencari-cari jiyeon,tadinya aku berfikir,apa jiyeon mengerjaiku?namun pikiran itu hilang ketika ada yang menepuk pundakku.Kukira itu jiyeon,namun ternyata panitia festival.
“silahkan duduk dikursi no.1 yang berada didepan panggung itu”

Tak perlu pikir panjang lagi,aku langsung menduduki kursi no.1 itu.Mungkin jiyeon  yang telah menyiapkannya untukku dan mungkin sebentar lagi dia akan datang.
Kursi-kursi yang berderet didepan panggung itu mulai penuh dengan pengunjung festival ketika keadaan panggung yang gelap berubah terang begitu lampunya dinyalakan dan terlihat sosok orang yang aku cari,jiyeon.Dia menyapa penonton yang ada disana.Lalu dia duduk dikursi tinggi dan duduk dengan elegan bersama gitarnya.
Pertunjukan dimulai,jiyeon menyanyikan lagu  just a dream veris gitar.Alunan suara dan gitanya begitu lembut dan santai,sangat merdu didengar.
Pertunjukan selesai ,jiyeon kembali menyapa orang-orang yang menontonnya,aku menatapnya,dia kembali menatapku dan tersenyum padaku.
**

Beberapa minggu kemudian diperayaan Fashion&music dikampus,malam itu aku bertekad menyatakan semua tentang perasaanku.

Ditaman kampus yang dihiasi tanaman mawar putih,serta lampu-lampu warna-warni,disana aku menghampiri jiyeon yang sedang berdiri memandangi bunga-bunga mawar putih dihadapannya.
“malam”sapaku begitu tiba dihadapan jiyeon
“malam juga”balasnya,tanpa mengalihkan pandangan dari bunga mawar.

Malam itu jiyeon terlihat sangat cantik dengan gaun merahnya dan rambutnya yang terurai.
“ada apa”Tanya,baru mengalihkan pandangannya.
“ada sesuatu yang ingin aku katakan”kuhadapkan tubuhku kegadis dihamping
“apa?”katanya
“aku menyayangimu”kataku pelan.

Tak ada respon  sama sekali yang ia ditunjukan,dia tak bicara sepatah katapun,kami terdiam,lama.Aku menunggunya,menunggu jawaban darinya.jiyeon,dia menatapku,dan menggenggam tanganku erat,namun dia tetap diam.
jiyeon sekejap memejamkan matanya,sperti ada sesuatu yang dirasakan dalam hati dan pikirannya.Perlahan dia melepaskan genggamannya dan pergi meninggalkanku.
Sejak malam itu,esok,dan hari-hari berikutnya,aku tak pernah melihat sosok jiyeon lagi.Aku tak tahu kemana dia.

Namun suatu hari penyakit adikku kambuh,dengan sangat harus aku membawanya kerumah sakit ,aku menemani adikku setiap hari sampai aku harus rela meninggalkan kuliahku untuk beberapa hari ini,dikarenakan orang tuaku harus dinas keluar kota dan tak bisa mengurusnya.Tapi karena hal itu disini,dirumah sakit ini aku bisa bertemu sosok orang yang amat aku rindukan,namun aku tak percaya ini,dia sosok yang aku rindukan sedang terbaring lesu dengan peralatan  medis dirunag UGD.Aku lemas melihatnya,aku sulit menerima ini,apa yang terjadi dengan jiyeon,wanita yang aku sayangi.
“ya,begitulah ceritanya”kataku pada eunjung

eunjung menarik nafas pelan”harus kamu tahu minho,dia seperti itu karena dia terlalu memendam perasaannya dalam-dalam.Dia amat menyayangimu lebih dari rasa sayang kamu pada jiyeon.Semua hal yang dia lakukan,memeberi mawar untukmu,mengundang kamu melihat pertunjukannya itu semua dia lakukan untuk menunjukan rasa sayangnya padamu.Kau tahu kan dia lebih banyak diam,bahkan bicara pun jarang,itu karena penyakitnya yang membuatnya lebih memilih untuk diam.Karena katanya jika dia banyak bicara dengan orang lain penyakitnya pasti akan diketahui,dia tak ingin orang yang disayanginya mengetahui penderitaannya,dia tak ingin melihat orang lain susah juga karena dirinya”jelas jiyeon.
Ditengah pembicaraan ku dengan eunjung.Air mata mengalir dari mata bening jiyeon.
**

Keesokan harinya ,datang sebuah kabar mengejutkan.Kbar yang sangat-sangat membuatku seperti mati rasa.Kabar ini tentang jiyeon,dia pergi meninggalkanku untuk selama-lamanya dan tak akan pernah kembali.
Dirumah sakit telah terbaring kaku seorang wanita yang telah merubah tentang perasaanku,jiyeon.Hari ini untuk yang terakhir kalinya aku melihat wajah jiyeon,namun aku tak bisa melihat senyumnya.Aku memeluk jiyeon erat untuk yang terakhir kalinya,aku menangis.

Dia telah pergi jauh meninggalkanku dengan membawa rasa cintanya yang belum dia ungkapkan sendiri.jiyeon telah pergi dari bumi ini,namun cintanya masih aku rasakan dihati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar